Katarsis (?)

Waktu itu pernah, habis nonton film Harry Potter seorang temen menegur saya. Alasannya karena saya tiba-tiba memperagakan beberapa adegan perang mantra ketika Hogwarts diserang sama Death Eater. Hihi..lucu juga sih ya. Karena waktu itu juga pulang nonton di Surabaya kita naik bus dan Saya bertingkah aneh sampai di Kota Malang.

Mungkin bukan cuma Saya yang pernah mengalami hal ini. Pernah ga sih kamu nangis ditengah-tengah menonton film saking sedihnya? Atau malah tertawa puas seperti superhero yang menang melawan musuhnya? Ga jarang juga lho yang seperti Saya menirukan aksi tokoh-tokoh film yang baru saja kita tonton. Itu wajar kok. Dan ternyata hal ini ada bahasa ilmiahnya lho.

Ada yang pernah mendengar kata “Katarsis”? Banyak yang belum familiar atau bahkan ga tahu sepertinya. Sama, Saya juga baru tahu istilah ini kemarin malam waktu secara tidak sengaja membaca sebuah artikel di majalah tentang film yang membahas tentang Katarsis. Yes, it is Catharsis.

Katarsis, atau dalam Bahasa Inggris Catharsis berasala dari bahasa Yunani. Diperkenalkan oleh para filsuf yang merujuk pada arti “pembersiihan” atau “penyucian” diri. Katarsis merupakan sebuah metode para filsuf untuk mengobati orang-orang yang pernah mengalami trauma mendalam. Sehingga, perlu diberikan energi baru melalui Katarsis ini.

Terus apa hubungannya sama menonton film ya? Nah, ini yang juga saya baru paham. Hal-hal seperti yang Saya katakan di awal tulisan ini tadi merupakan gejala katarsis sebenarnya. Maksud gampangnya adalah ketika habis menonton film yang sangat mempengaruhi kita,  bisa saja hal tersebut mencuci pikiran kita seolah menjadi tokoh utamanya. Hahaha…baru gejala lho ini.

Isitilah katarsis juga dipakai dalam dunia psikologi. Dalam arti harfiahnya, katarsis diartikan sebagai sebuah kelegaan setelah melakukan sesuatu. Salah satunya ya menonton film tadi. Atau buat kamu yang suka membaca novel pasti juga pernah merasakan saat-saat mendalami karakter yang kamu baca. It is called Catharsis.

Katarsis sendiri wajar kok, selama ada batasan-batasan tertentu (Saya juga belum nemu batasannya). Katarsis bisa melepaskan emosional sehingga seseorang merasa lega setelahnya. Misalnya nih saat galau. Kamu bisa saja menyelakan musik yang menemani kamu saat galau, setelahnya kamu bisa tenang meresapi makna sebuah lagu yang kamu putar.

Pernah menonton film Korea yang berjudul The Way Home? Film ini dirilis tahun 2002, bercerita tentang seorang nenek yang mengasuh cucu laki-lakinya. Filmnya minim dialog tapi emosionalnya dapet banget. Apalagi kaya Saya yang sering banget nyusahin nenek Saya sendiri. Nah, dibagian film itu ada kisah si nenek jalan kaki dan menyuruh cucunya naik bus pulang karena ongkosnya hanya cukup untuk satu orang saja. Saya langsung menangis, selepas film Saya langsung mengingat-ingat apa yang pernah Saya lakukan kepada nenek. Setelah itu rasanya lega.

Banyak gejala-gejala Katarsis lainnya. Biasanya hal ini akan mudah datang ketika kita menyaksikan adegan-adegan yang kita banget. Hihihi, siapa tahu aja yang pernah bercita-cita jadi Superman. Atau tiba-tiba merasa pindah ke Wonderland seperti yang dialami Alice.

Jadi nih sobat, kalau kamu melihat teman kamu aneh sehabis menonton film atau membaca biarin aja. Itu adalah bagian dari imajinasinya yang sedang bermain-main mengumpulkan puzzle-puzzle adegan yang dilihatnya. Semua orang pasti pernah megalami kok asal jangan keterusan yaaa…

Categories: Campur-Campur | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,786 other followers

%d bloggers like this: