Sudah…kamu denganku saja!

“Mungkin hanya iri melihatmu mencumbu dirinya walapun aku tahu bukan pantas aku membayangkannya”

Aku ingat malam itu hujan turun begitu deras. Angin berlari cukup kencang seakan pohon hendak rubuh diterjangnya. Awan seperti mau runtuh tak kuat menahan hentakan air yang bepacu dengan gravitasi. Aku meringkuk dipojok teras berharap ada yang datang dan mengahangatkan dengan segelas minuma hangat penghapus dahaga.

Hujan makin deras, kulihat jam tangan ternyata sudah jam 11 malam. Kamu tak kunjung datang, kupikir kau sibuk dengan dirinya. Ya…sudahlah. Mungkin memang saatnya aku masuk dan menuang minumku sendiri. Menikmati sedetik demi sedetik ditengah malam yang kurasa tak ada yang ingin sendiri.

Jam 12 kamu datang tapi tak sendiri tak juga ada senyum yang ku lihat. Sepertinya kalian bertengkar, entah tentang apa. Tak kusiakan momen ini, aq bergegas keluar. Menyambar tangannya yang seperti akan melayang ke arah muka. Aku marah, jengkel, rasanya ingin lari bersamamu. Menyuruhmu tinggakan dirinya dan melanjutkannya bersamaku.

Dia tidak baik bagimu dan mungkin aku juga terlalu naif untukmu. Tapi percaya saja akan bahagia bila disisiku. Sudah…tinggalkan dia!! Kamu dengaku saja!!

 

Categories: Nyastra | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: