i just dont believe in you, him, her, and them

You know sometimes like we should have our “me time”, while nobody knows what we do exactly… i come to the front and yell louder!!

Saya tahu saya tidak sendiri tapi tidak juga berdua atau bertiga. Saya hanya menganggap sampah menjadi hal yang menarik saat dirinya bisa dicampur adukkan dengan perasaan hati sehingga berubah wujudnya.

Saya tahu saya tidak bisa tidak percaya pada siapapun yang memegang kendali bahkan ketika seorang pilot menanyakan pada saya apakah saya bersedia terbang. Saya tahu saya tidak benar-benar yakin terhadap manusia atau makhluk sejenisnya. Yang saya pahami dan saya ikuti , hidup bukan sekedar bongkah batu yang siap untuk dipecah kemudian hanya menggelikan kaki yang melewatinya.

Saya tidak benar-benar percaya atas bualan, omongan, rayuan,  atau bahkan hinaan yang melekat pada tubuh seorang cacat. Saya buta akan rupa, saya tuli akan suara, mungkin juga bisu akn bicara, Lewat mata saya berceirta, mengeluhkan sedikit kelakuan nakal para insan.

Saya tidak percaya, kamu, kamu, dan mereka. Saya hanya berusaha menyusun teka-teki menjadi rangkaian utuh untuk saya cari kejelasannya Begini saya memahami hidup tidak untuk dimengerti. Tapi percayalah, saya bukan orang yang tepat untuk Anda percayai.

Categories: Nyastra | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: