Dear #nomention

Apa jadinya jika cinta membeku
Kuatkah kiranya sekelebat rindu menyusup ke hatimu
Bilakah kataku menusuk ulu hatimu
Sehingga tak sedikit pun bicara ada padamu

Seorang penari menghias panggung
Membiarkan rambutnya terurai menyentuh lantai
Seorang pelukis melemparkan kuasnya
Menggambar dengan darah dari jemarinya

Katakan jika itu sia-sia
Maka aku tak kan gentar
Lupakan bahwa itu buang-buang waktu
Bagiku menjadi diriku tidak sulit ketika mencintaimu

Apakah jadinya bila senyummu meluluhkan segala putus asa
Mungkinkah kau tetap diam tanpa suara
Membiarkan sang penari menyiakan waktunya
Tak menahan pelukis mengucurkan darahnya

Bagiku tak masalah jika kamu tak pernah tahu
Bagiku biar waktu yang mengempas bekumu
Aku tak pernah tahu bagaimana pelukis dan penari
Mencurahkan hak ikat hidup dalam dunianya

Dear no mention,
Tentu tak cukup 140 karakter mewakilkanmu
Tapi kali ini biarkan aku menggugah
Rasa sayangku tak padam walau menunggu

Categories: Nyastra | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: