Story Behind “Karantina PPAN 2012”

647 menjadi 400 dikerucutkan menjadi 48 dan kemudian tersisalah 20 orang peserta yang berhak memasuki tes tahap karantina. Almost unbelieavable buat saya yang rencanya datang ke Surabaya untuk tes tulis dan (persiapan) wawancara harus menghadapi kenyataan bahwa karantina akan dilaksanakan hari itu juga. Sore itu masih pukul 4 sore ketika diumumkan 10 pemuda dan 10 pemudi yang akan diadu lagi. Tersisa waktu kurang lebih dua jam untuk mempersiapkan karantina. Pukul 7 malam tepat kami harus tiba di gedung BPNFI.

Saya memacu motor sekencang-kencangnya dari kampus Unair ke rumah saudara di daerah Gedangan untuk mengmabil baju-baju persiapan karantina yang hanya ada seadanya. saya putar-putar Gedangan untuk mencari pakaian tari daerah karena panitia menyuruh kami menyiapkan tes bakat dengan sebaik-baiknya. No hope, saya tidak dapat pakaian tari yang saya inginkan. Saya berangkat ke tempat karantina dengan tergesa-gesa.

Saya sampai dilokasi sekitar pukul 7 lebih 20 menit. Teman-teman sedang menyiapkan yel-yel. Saya mulai bergabung setelah sebelumnya meletakkan barang bawaan di kamar yang sudah disediakan. Saya takjub dengan diri saya sendiri yang hanya sekali nyasar ke kampus ITS untuk menjangkau lokasi. Padahal saya buta arah di Surabaya. Wah, kalau kita mau usaha ternyata jalanannya gampang. Secara garis besar ada enam tes yang akan kami jalani sampai keesokan harinya

Setelah makan malam dan beres-beres. Kami diberikan waktu setengah jam untuk mempersiapkan bakat dan kesenian yang akan ditampilkan. Saya ragu nih karena tidak bawa kostum tari. Tapi sudahlah, topeng dan sampur yang ada saya maksimalkan saja. Saya tampil pertama. Setelah memperkenalkan diri (yang juga masuk tes penilaian) saya mulai menarikan tarian Krido Retno. Hanya 2 menit dan juri menghentikan tarian. Komentar cukup pedas saya terima. Ouch, hampir drop rasanya. Tak puas dengan tarian, saya disuruh memerankan wayang orang dan lagi-lagi harus menyanyi. Oke, baiklah. Walaupun tidak maksimal semoga hasilnya bagus.

Giliran teman-teman yang menampilkan bakatnya. Sebagian menari remo dengan pakaian lengkap dan make up yang luar biasa. Ada yang menyanyi, mendalang, dan mempraktekkan membuat kerajinan. Semuanya bagus dan punya bakatnya masing-masing. Satu yang saya tandai, tidak seberapa bagus bakatmu ketika juri menjatuhkanmu yang perlu dilakukan adalah tersenyum. Tes perkenalan dan bakat berakhir pukul 12 malam tepat.

Tidak lama kemudian kami diberikan pengarahan untuk tes esok hari. Kami dipecah menjadi tiga grup masing-masing berisi tujuh orang. Panitia memberikan tugas untuk membuat semacam performing art yang akan kami tampilkan jam tujuh pagi besok di Car Free Day Darmo. What? Preparing a performing art in less than 5 hours. Hell yeah, kita diperas lagi otak dan fisiknya. Ada tiga tema yang dibawa; child abuse, green life, dan save energy. Dari tema-tema ini kita harus mencari tanda tangan sebagai sebuah petisi.

Saya tidur hanya dua jam saja. Pukul 5 pagi kami sudah harus gladi bersih penampilan. Panitia tampak tak puas dengan kerja kami. Que sera sera deh. Saya yang memang tidak membawa kostum sama sekali akhirnya harus rela memakai sarung sebagi kemben, memakai sampur dan menggigit topeng selama pertunjukkan berlangsung. Kurang lebih dua jam kami melakukan atraksi di area CFD. Kami menajdi pusat perhatian dan sorotan. Biarlah memakai kemben sarung ini sebab yang terpenting bukan kostum apa yang dipakai tapi totalitas yang kita berikan. Kami kembali ke tempat karantina dengan kondisi mengenaskan. Hahahaa

Kami masih ada waktu setengah jam untuk mandi dan bersih-bersih diri setelah berpanas-panas do CFD. Memeprsiapkan tes yang keempat, FGD atau Forum Group Discussion. Kami kembali dibagi menjadi empat kelompok dan setiap kelompok mendapat temanya masing. Kelompok saya mendapat tema tentang “aborsi”. Ada yang unik dalam tes ini, selain harus berdiskusi dalam  bahasa inggris kamis harus membuat sebuah presentasi hasil diskusi lewat drama. Wow…cara yang beda bukan. Tidak cukup itu, setelah semua grup menampilkan dramanya seluruh grup dilebur. Menampilkan drama dengan empat tema berbeda. Tes FGD selesai dengan akhir dievaluasi.

Berlanjut ke tes berikutnya adalah tes sudden speech. Menurut saya pribadi ini adalah tes terlucu yang saya ikuti. Kami diberikan kesempatan mengambil sebuah tema speech di kantong doraemon setelah itu menjelaskannya dalam waktu empat menit. Semua peserta melakukan tindakan-tindakan lucunya. Tidak terkecuali saya yang sama sekali tidak paham tentang La crosse. Do you know that? Saya baru sadar setelah seorang peserta lain memberikan clue. Saya berbasa-basi yang intinya. La crosse adalah sebuah permainan asal Kanada yang sering saya baca di komis Disney. Apa hubungannya? Walt Disney mencoba memperkenalkan budaya melalui komik, dan seharusnya orang Indonesia juga belajar untuk itu.

Juri yang waktu itu ada tiga menyampaikan bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana kita memahami tema tersebut tetapi bagaimana kita menyampaikan hal tersebut menjadi menarik dan orang-orang mengerti dengan ucapan kita.

Tes terakhir adalah final interview. Ada dua pos yang kami ikuti. Masing-masing pos ada tiga penilai. Saya masuk ke pos Mbak Atri terlebih dahulu. Pertanyaan menguji kesabaran kita dan kemampuan kita beretorika. Lagi-lagi saya mendapatkan giliran pertama. Setelah di pos pertama saya lanjut ke pos berikutnya. Saya tidak bisa menjelaskan pertaannya apa yang diberikan, biar menjadi rahasia. Menurut saya sih, apapun jawaban kamu yang penting kamu yakin dan ga berubah-ubah jawaban. Itu saja.

Tes wawancara terakhir selesai. Dan kami pulang ke rumah masing-masing. Hasilnya akan dimumukan dua hari kemudian.

Categories: Campur-Campur | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Story Behind “Karantina PPAN 2012”

  1. wih trnyata sembulet itu yah seleksi PPAN itu? gilak salut deh buat Tio… Nice experience
    (Oh ya sayang gak ada foto2nya. Cuma bisa berimajinasi saja hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: