Summary of The Alchemist by Paulo Coelho

Sebuah buku yang ditulis dari hati dengan bahasa yang sederhana, The Alchemist. Ditulis oleh Paulo Coelho yang berkebangsaan Brazil. The Alchemist menceritakan perjalanan seorang anak laki-laki penggembala yang mendapat mimpi berulang mengenai harta karun di piramdia Mesir.

Santiago, penggembala dari Spanyol, yang melakukan perjalananannya penggembalaanya hingga ke Andalusi. Sampai suatu ketika dia bertemu dengan seorang Raja yang memberikan pertanda-pertanda bahwa dia harus menemukan harta karunnya.

Kita akan melihat bagaimana seorang Santiago berjuang menaklukan mimpi dan harapannya. Ia tidak sendiri sebab dalam perjalanannnya dia bertemu dengan ilmuwan Inggris yang hendak mencari seorang alkimia. Ya, Santiago akan menemukan mimpinya, harta karunnya dan cintanya.

Novel yang simpel tapi sarat makna. Bagaimana kita baca di novel ini seorang penggembala berusaha menaklukan ketakutannya. Bagaimana semesta akan membantu kita meraih apa yang kita inginkan. Di bawah ini adalah beberapa quote menarik yang saya dapat dari novel “The Alchemist”.
–    Dalam hidup ini justru hal-hal yang sederhanalah yang paling luar biasa; hanya orang-orang bijak yang mampu memahaminya.
–    Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu bagaimana seharusnya orang lain menjalani hidup, tapi mereka tidak tahu bagaimana menjalani hidup sendiri.
–    Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu membantumu meraihnya.
–    Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalalui masing-masing orang. Kau tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkan-Nya untukmu.
–    Rahasia kebahagiaan kehidupan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini.
–    Setiap berkah yang tidak kita hiraukan berubah menjadi kutukan.
–    Semakin dekat seseorang dalam mewujudkan takdirnya, semakin takdir itu menjadi alasan sejati keberadaannya.
–    Kalau kau mengingkan sesuatu sepenuh hatimu, saat itulah kau berada amat sangat dekat dengan Jiwa Dunia. Dan ini selalu merupakan daya positif.
–    Segala sesuatu di dunia ini memiliki jiwa
–    Aku belajar bahwa dunia ini memiliki jiwa, dan siapa pun yang memahami jiwa ini juga bisa bisa memahami bahasa benda-benda
–    Sebab aku tidak hidup di masa lalu atau pun di masa depan. Aku hanya tertarik pada saat ini. berbahagialah orang-orang yang bisa berkonsentrsi hanya untuk saat ini
–    Orang-orang bijak memahami bahwa alam semesta inin hanyalah citra dan tiruan akan surga. Dunia ada sekadar untuk menunjukkan bahwa ada dunia yang lebih sempurna. Allah menciptakan dunia agar melalui objek-objeknya yang terlihat, manusia bisa memahami ajaran-ajaran spritualnya
–    Rasa takut akan penderitaan justru lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri
–    Saat kita mencintai, kita selalu berusaha menjadi lebih baik lagi
–    Cinta sejati tidak akan menghalangimu meraih impianmu

Categories: Book I Read | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: