Berburu Belerang di Kawah Ijen

Naik gunung, siapa takut? Ternyata naik gunung tidak seberat yang dibayangkan apalagi kalau gunung yang kita tuju memiliki keindahan yang luar biasa. Kawah belerang dengan suguhan danau berwarna hijau kebiruan yang   indah, yang disebut Kawah Ijen.

Mencapai lokasi ini tidak terlalu sulit untuk kita yang sebenarnya jarang sekali melakukan trekking atau hiking. Kawah Ijen yang terletak  diperbatasan dua kabupaten di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi  menawarkan keindahan yang tidak kita dapat dari tempat lainnya.

Kita bisa mencapai lokasi ini dari dua arah. Arah yang pertama kita melewati Bondowoso. Dari Surabaya menuju Bondowoso kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan. Di Bondowoso kita bisa berisitirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan esok pagi ke Kawah Ijen yang memakan waktu kurang lebiih 2,5 jam.

Jangan membayangkan  perjalanan 2,5 jam tadi akan melelahkan. Maybe it’s tiring but worth it with what you get. Diperjalanan yang menanjak dan hampir setengah jam medannya berbatu-batu, kita juga akan melewati perkebunan kopi which is smelling good in the morning. It boosts your mood so much. Dari gapura memasuki Jalan Kawah Ijen ini kita akan melewati pos-pos  wajib melapor. Kita masih wajib melapor karena sebenarnya tempat ini diliarang untuk dikunjungi. But it’s okay to get there.

Alternatif kedua adalah dengan melewati Banyuwangi. Dari Surabaya ke Banyuwangi sekitar enam jam perjalanan dilanjutkan dengan 1,5 jam perjalanan dari Banyuwangi ke lokasi. Jarak tempuhnya hampir sama saat kita lewat Bondowoso.  Tapi jalur ini lebih baik untuk dilewati mobil-mobil 4WD karena jalanan berbatu yang lumayan curam. Jadi kalau naik mobil keluarga disarankan untuk lewat Bondowoso.

Kita akan berhenti di pos Paltuding untuk lapor kepada petugas dan memarkir kendaraan. Nah, dari pos paltuding inilah perjalan yang sesungguhnya dimulai. Perjlanan 3 km menuju kawah. Ingat juga bahwa sebelum kita trekking kita wajib lapor kepada petugas di pos Paltuding tentang tujuan kita dan  berapa orang rombongan kita. Sampe tulisan ini dimuat tidak ada biaya tiket masuk kesana.

Trekking 3 km mungkin akan terlihat mudah ya jika dibayangkan. Tapi kenyataan berkata lain karena medan yang kita lewati sebenernya tidak benar-benar 3 km. Lebih tepatnya 3 km dengan medan menanjak hingga 60 derajat. Di 1 km pertama perjalan masih terasa cukup ringan, baru di 1 km kedua medannya menjadi lebih sulit. Hanya ada satu jalan setapak yang bisa dilewati dan disamping kanan-kiri masih hutan dan sejauh mata memandang hanya ada pegunungan. How lovely.

Kira-kira 2 km dari start kita trekking, kita akan menemui pos. Kali ini bukan pos penjagaan seperti di Paltuding tadi. Ini adalah pos bagi para pekerja tambang belerang yang mengambil belerang dari kawah kemudian menimbangnya disini. Nama perusahaannya PT Candi Ngrimbi Banyuwangi. Ditempat ini setiap harinya pekerja tadi menimbang belerang. Jadi jangan heran jika sepanjang perjalan bisa dilihat banyak laki-laki yang memikul semacam batu berwarna kuning.

Dilihat sepintas batu-batu ini terlihat ringan karena seperti buih saja. Tapi jangan salah, belerang ini berat juga ternyata. Dalam sekali angkat dua keranjang  belerang mereka mendaptkan sekitar 60 – 80 kg belerang yang harus dipikul turun 3 km. 1 kg belerang tadi dihargai sekitar Rp 600 saja. Benar-benar perjuangan yang luar biasa tentunya. Saya saja yang trekking tanpa membawa apa-apa sudah cukup ngos-ngosan.

Di pos ini selain bisa melihat pekerja yang membawa barang hasil pencariannya, kita juga bisa berisitirahat sejenak untuk minum teh atau kopi hangat yang dijual oleh pekerja setempat. Lumayan lah untuk melepas lelah sebentar setelah berjalan 2 km. Sudah cukup beristirahat kita lanjut perjalanan kita.

Masih tersisa 1 km perjalan lagi yang harus kita lewati sebelum sampai di puncak kawah Ijen. Di sisa perjalan ini kurang lebih masih sama dengan apa yang kita lihat dibawah. Hanya saja disini tanahnya lebih kering karena dekat dengan kawah. Kita juga bisa melihat Gunug Raung dengan jelas di  jalur yang kita lewati. Kalau cuaca lagi berawan, kita berasa sedang berjalan diatas awan juga lho. Semacam dongeng Jack dan The Beanstalk gitu deh.

Setelah 1 km berjalan, yap here we are Kawah Ijen. Kawah yang super lebar dengan danau berwarna hijau kebiruan diselimuti oleh asap belerang yang membuat tempat ini makin asyik dan sejenak kita lupa kalau baru saja berjalan 3 km lebih. Oh ya untuk lebih aman, jangan lupa untuk bawa masker atau apapun yang bisa menutup hidung kita untuk melindngi dari asap belerang yang keluar setiap saat. For your info, asap belerang ini lumayan bikin sesak nafas dan batuk-batuk. Resiko tinggi inilah yang membuat akses masuk ke sana tidak terlalu mudah.

For your information, puncah kawah Ijen ini berada diketinggian 2368 dpl. Anehnya suhu dipuncak ini tidak sedingin ketika kita berada di rest area pos Paltuding. Kenapa bisa demikian? Mungkin karena kita sudah berjalan 1,5 jam ya sehingga tidak terasa dingin lagi. Sebab saat pertama menginjakkan kaki di parkira mobil hawanya sangat dingin sekali. Begitu mencapai puncak dinginnya hilang digantikan angin kering yang bertiup cukup kencang.

Kawah Ijen berwarna hijau kebiruan yang cantik sekali. Warna hijau kebiruan ini adalah refleksi sinar matahari dari dasar kawah yang dipenuhi  oleh belerang. Jadi tidak mengherankan jika asap belerangnya banyak dan membuat kita terbatuk-batuk. Mengunjungi kawah ijen paling bagus adalah saat pagi hari, matahari belum terlalu terik. Sehingga kawahnya terlihat sangat jelas. Jika kita terlalu siang kawahnya mengeluarkan banyak asap yang sangat mengganggu.

Bagaimana? Sudah tertarik mengunjungi Kawah Ijen? Tidak hanya pengalaman trekking atau lelah saja yang kita dapatkan, kita juga bisa belajar hidup dari penambang belerang yang dengan giatnya memikul beban setiap hari dari atas ke bawah. Happy traveling!

Categories: Jalan-Jalan | Tags: , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Berburu Belerang di Kawah Ijen

  1. artikel yag sangat menarik..
    bagus, dan memberi beberapa tips singkat..

    semoga berhasil dan bahagia selalu….
    salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: