Menjajal Semeru (Part 2)

This slideshow requires JavaScript.

Masih bercerita tentang pengalaman pertama saya menjajal Semeru. Bermalam di Kalimati menurut saya cukup nyaman. Kalimati berada diketinggian 2700 mdpl dimana banyak bunga eidelweis yang tumbuh di lokasi ini. Walaupun air susah didapat karena sumber air berada 1 km dari lokasi yang bernama sumbermani. Disini banyak campers yang bermalam jadi bisa ngobrol-ngobrol. Saya memutuskan tidak tidur di tenda karena tidur di dekat api unggun ternyata lebih hangat. Masuk ke sleeping bag sudah bisa tidur cukup nyenyak.

Bunga Edelweis di sekitar Kalimati

Tepat pukul setengah dua pagi saya berangkat trekking menuju puncak, ternyata semua campers juga sudah bersiap-siap berangkat bahkan ada yang berangkat dari jam 10 malam. Setelah mengecek persediaan minuman dan makanan ringan saya dan rombongan berangkat  menuju puncak. Ada beberapa titik lagi yang dilewati sebelum benar-benar mencapai puncak.

Para Pendaki Tangguh

Pertama kita akan menuju jalan setapak hingga kalimati berakhir dengan medan yang mudah karena datar saja. Setelah itu akan ada seperti pintu masuk menuju hutan pinus atau cemara, ada tanda warna oranye yang ditempel untuk menunjukkan jalur pendakian tinggal ikuti saja. Jarak dari kalimati hingga ke puncak semeru kira-kira 3,2 km. Terlihat dekat sih tapi dengan medan curam perjalanan 3,2 km tadi harus ditempuh dalam waktu normal 5 jamm lebih lama dari perjalanan sebelumnya. tidak terbayang rasanya ke puncak.

Tanda Oranye Untuk Pendaki

Walaupun berangkat dini hari sudah banyak pendaki yang memulai perjalananannya. Semuanya lengkap dengan  perlengkapan masing-masing, ada yang membawa tongkat, senter, dan tentunya baju dingin yang cukup serta perbekalan selama pendakian ini. Durasi trekking atau lebih tepatnya hiking ini lumayan lama dan jalannya curam. Hampir tidak ditemukan pemberhantian sekalipun. Benar saja baru memasuki hutan pinus rasany kaki sudah kaku karena jalan menanjak terus. Mau berhenti juga susah karena dibelakang sudah banyak pendaki yang menunggu. Jadi, ya jalan terus abaikan rasa lelahna.

Sekitar jam 3 pagi sampai juga di Arcopodo. Saya pikir awalnya di arcopodo akan ada tempat yang cukup lapang untuk beristirahat ternyata hanya sebidang tanah saja. Urung lah niat untuk meregangkan otot kaki. Tapi tidak perlu khawatir, ada beberapa tempat yang bisa dijadikan  pemberhntian sebentar untuk minum. Karena perjalanan kali ini saya menyewa porter, trekking menjadi lebih mudah karena ada yang menunjukkan jalannya. Serem juga kan kalau harus tersesat di sini.

Di dekat arcopodo ini ada beberapa nisan yang ditanam dengan  nama orang-orang yang meninggal atau pernah hilang selama pendakian. Biasanya pendaki-pendaki ini hilang karena mereka lewat jalur yang tidak seharusnya, mungkin niatnya mau coba-coba malah tersesat. Ada dua kemungkinan jika tersesat ; ke arah sumber mani atau ke arah blank75. Yang bahaya kalau tersesatnya di blank75, sering tidak ketemunya.

Rasa capek semakin parah saja rasanya melihat hamparan kerikil, pasir, dan batu-batu besar di depan mata. Ini tandanya sudah mulai masuk di area puncak. Kalo dilihat dari kejauhan, area puncak ini adalah bagian berwarna ab-abu. Walaupun terlihat dekat dari jauh, panjang area puncak ini sekitar 1 km dengan kemiringan hingga 60 derajat. The real climbing is coming up. Jangan meremehkan jalur ini biar kelihatannya dekat, untuk mencapai puncak butuh perjuangan yang kuat.

Sekitar jam 4.30 disebelah timur saya berjan langit sudah bergaris oranye, biru, dan putih. Ah, rasanya mata ini ga bisa berkedip. Suhu yang mencapai 4 derajat jadi terlupakan melihat anuegrah sebelum matahari terbit ini. Tidak lama setelah itu garis oranye berganti jadi sinar matahari yang mulai naik dan sunrise pun datang. Wah tidak rugi rasanya jalan hingga puncak sebab ini pemandangan yang tidak bisa dilukiskan. Sinar matahari, gumpalan awan,suhu dingin dan kemudian asap dari kawah mahameru muncul. Puas, tidak sia-sia rasanya perjalanan kali ini.

Moment before Dawn

Sun Rise is Coming!😀

Dari puncak semeru diketinggin 3676 mdpl ini kita bisa melihat hampir seluruh gunung yang ada di Jawa Timur seperti Gunung Arjuna, Welirang, Bromo, dan lain-lainnya. Bagaimana tertarik untuk mencoba? Sepertinya menjajal Semeru adalah pilhan tepat untuk merefesh mata dan otak. Have a try!

Categories: Jalan-Jalan | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Menjajal Semeru (Part 2)

  1. Keren Pict bunga Edlwisnya. Pengen metik langsung dah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: