Jalan-Jalan Ke Singapura Hari ke-2

Rasanya malam berlau begitu cepat, pegal-pegal di kaki masih terasa saat bangun tidur keesokan paginya. Setelah mandi dan beres-beres kasur kami segera sarapan di pantry hostel di lantai bawah. Di Footprints hostel, sarapan disediakan mulai jam 07.30 sampai jam 11.30 setiap harinya. Selain kamar mandi yang bersih dan shower yang sangat kencang, sarapan hostel ini adalah nilai tambah lainnya. Di pantry sudah tersedia sereal beserta susu cair kemasan, roti tawar dengan aneka pilihan selai, serta minuman teh dan kopi. Jangan lupa untuk mencuci sendiri peralatan makan yang digunakan karena di kebanyakan hostel, termasuk di sini, kita harus melakukan beberapa hal secara self service.

Footprints: Kamar dormitory - ruangan lobi - resepsionis - menu sarapan

Footprints: Kamar dormitory – ruangan lobi – resepsionis – menu sarapan

Selesai sarapan kami bergegas untuk melanjutkan jalan-jalan kami di hari kedua. Tujuan pertama hari ini adalah Chinesse Garden yang terletak di sisi barat Singapura di daerah Jurong. Kami menuju stasiun MRT Little India sembari menikmati suasana pagi hari beraroma rempah-rempah khas India yang sangat menyengat. Penjual bunga-bunga untuk puja juga sudah mulai menggelar dagangannya. Kami  berjalan menyusuri Buffalo Road di belakang Tekka Center hingga menemukan sebuah bangunan bercat warna-warni khas India yang unik. Kami menyempatkan untuk foto-foto di dinding bangunan yang merupakan balai pengobatan ini. Setelah melijat hasil fotonya Saya baru sadar bahwa tempat ini pernah digunakan setting foto Asia’s Next Top Model.

Berpose ala Asia's Next Top Model :p

Berpose ala Asia’s Next Top Model :p

Chinese Garden bisa ditempuh dengan naik MRT jalur hijau tapi karena kami naik MRT jalur ungu dari Little India, kami harus pindah jalur di stasiun Outram Park kemudian naik MRT jalur hijau  tujuan Joo Koon. Perjalanan dari Little India hingga ke Chinese Garden membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya di stasiun MRT Chinesse Garden kita langsung disambut dengan hamparan rumput hijau dan jalan setapak yang menuju ke pintu masuk taman. Tidak ada biaya untuk masuk ke taman yang terbagi menjadi dua bagian: Chinesse Garden dan Japanesse Garden.

Ketika sampai di pintu masuknya kami disambut Pagoda setinggi 8 lantai. Di sini terdapat beberapa taman-taman lainnya yang sangat menarik dijadikan objek foto. Selain dua taman yang tadi Saya sebutkan masih banyak taman-taman lain seperti taman-taman dengan patung tokoh-tokoh Cina, Twin Pagoda, Turtle lake, dan beberapa tempat lainnya. Warna hijau dan penataan taman yang rapi membuat banyak orang tertarik untuk foto pre wedding di sini. Waktu itu sekitar jam 10 siang tapi cuaca sangat  panas. Saran Saya jika ingin berfoto-foto hingga puas datanglah lebih pagi dan jangan lupa membawa payung.

Chinese Garden : Twin Pagoda - Pagoda Utama

Chinese Garden : Twin Pagoda – Pagoda Utama

Perjalanan kami lanjutkan ke Sentosa Island naik MRT jalur hijau ke arah sebaliknya dan transit lagi di Outram Park untuk mengambil jalur ungu yang mengarah ke Vivo City. Dari vivo city kami langsung naik ke L3 menuju stasiun monorail Sentosa. Pada saat tulisan ini dibuat harga tiket masuk ke Sentosa Island menjadi SGD 4 dibandingkan tahun lalu Saya kesana hanya SGD 3 (mungkin tahun depan SGD 5). Ez-link yang kita miliki bisa digunakan untuk masuk dan naik monorel Sentosa, penggunaannya pun sama tinggal di tap ke mesin entry. Bagi yang tidak memiliki Ez-link tetap bisa masuk dengan membeli karcis monorel di konter depan pintu masuk.  Kami turun di stasiun Waterfront, pintu masuk ke beberapa lokasi seperti Universal Studio, SEA Marine, dan kasino. Kami tidak masuk ke USS karena memang niat kami hanya berfoto di depan globe Universal yang terkenal itu. Kami sempat membeli es krim di Candylicious seharga SGD 10 , baru kali ini Saya makan es krim 4 rasa dalam satu cone yang jika dirupiahkan menjadi Rp 93.000. Untung es krimnya enak jadi Saya relakan saja uang Saya berpindah ke mesin  kasirnya.

Masih di Sentosa, kami menuju ke Imbiah dengan berjalan kaki melewati deretan hotel-hotel mewah di Sentosa. Di Imbiah yang bisa dilihat adalah tulisan SENTOSA warna-warni dengan latar patung Merlion setinggi 30 meter yang merupakan patung Merlion tertinggi di Singapura. Di bawah patung tersebut adalah museum asal usul Negara Singapura dan berbagai mitos tentang singa berkepala ikan ini. Bagi yang ingin naik ke mulut singa juga bisa dengan membayar admission fee terlebih dulu tentunya. Kami menyempatkan diri untuk “ngemper” dulu di bawah kanopi karena lumayan capek. Sebenarnya masih ada satu stasiun lagi di Sentosa yaitu Beach Station yang menuju Palawan dan Siloso Beach tapi karena  cuaca yang panas kami tidak melanjutkan perjalanan ke sana.

Resort World Sentosa (courtesy : http://www.wisatasingapura.web.id)

Resort World Sentosa (courtesy : http://www.wisatasingapura.web.id)

Setelah energi sedikit pulih kami kembali keVivo City naik monorel tanpa perlu membayar lagi sebab harga SGD 4 yang kita bayarkan di awal adalah untuk pulang pergi ke Sentosa. Perut sudah mulai lapar ketika sampai di Vivo, kami sempat meliihat-melihat (harga) makanan di Food Republic Vivo. Di pujasera ini tersedia berbagai jenis makanan dengan harga mulai SGD 5. Alih-alih mengirit pengeluaran, kami malah memutuskan untuk menahan lapar sampai di hostel agar kami bisa makan di Uncle Wahyu lagi.

Kami segera menuju ke basement Vivo naik MRT jalur ungu menuju destinasi kami berikutnya, Chinatown. Nah, disinilah bisa mendapatkan pernak-pernik khas Singapura dengan harga yang sangat miring. Promosi yang ditawarkan mulai hiasan 3 for 10 (3 barang seharga SGD 10) hingga gantungan kunci yang paling murah 36 for 10 (36 buah gantungan kunci seharga SGD 10). Murah sekali bukan? Tidak perlu terburu-buru membeli barang-barang tersebut. Telusuri saja dulu semua kios di sini agar bisa mengetahui kios mana yang harganya paling murah. Bagi penggemar tokoh detektif Tin Tin silakan langsung menuju Tin Tin Shop yang kiosnya tidak jauh dari exit A MRT Chinatown. Harus teliti melihat ke kiri karena toko ini tertutup tenda kios lainnya. Jadi, best buy di Chinatown ini memang gantungan kunci seharga SGD 10 untuk 36 buah.

Chinatown di malam hari

Chinatown di malam hari

Puas berbelanja kami kemudian kembali ke hostel untuk meletakkan barang-barang yang sudah terbeli dan segera menuju ke Uncle Wahyu memesan sepiring nasi lemak. Entah karena kami yang sangat lapar atau nasi lemak ini yang enak sekali, nafsu makan kita benar-benar seperti orang tidak makan seharian (tapi memang iya). Hari masih sore dan sangat cerah saat kami selesai makan. Saatnya menghabiskan uang lagi di Bugis Street!

Bugis street merupakan tempat belanja oleh-oleh khas Singapura, hampir sama seperti Chinatown, tapi dengan harga yang sedikit lebih mahal. Sebenarnya tidak  hanya oleh-oleh saja, karena dilantai 2 dan 3 Bugis Street  menjual baju-baju dan item fashion ala Korea yang lucu-lucu. Baju baju yang dijual disini mulai harga SGD 5 dan seterusnya. Tempat ini cocok bagi mereka yang suka berdandan seperti bintang drama korea atau ala boyband dan girlband  yang menjadi tren sekarang ini. kami menghabiskan waktu hingga hampir malam hari disini karena memang sudah tidak ada tujuan lainnya lagi. Beberapa orang teman harus kembali esok hari sehingga mereka memulai packing.

Pengeluaran hari ke-2

Pengeluaran hari ke-2

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Jalan-Jalan Ke Singapura Hari ke-2

  1. adliana

    Tolong rinciin harga MRT nyaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: