Jalan-Jalan ke Bangkok Hari ke-1 (Prolog)

Salam traveling!

 Nampaknya Thailand mulai menjadi magnet   dalam industri wisata di Asia Tenggara: kuil-kuil cantik, makanan lezat, barang-barang murah dan masih banyak hal lainnya dari sebuah negara berbentuk monarkhi ini. Walaupun masih tergolong negara berkembang, Bangkok sebagai Ibu Kota Thailand dengan segala keunikannya mampu menarik minat banyak traveler untuk mengunjungi dan menikmati setiap jengkal eksotisnya kota yang disebut Khrung Tep atau kota malaikat oleh warga lokal. Saya berkesempatan mengunjungi Bangkok pada tanggal 20-24 November 2013 lalu, berikut cerita selengkapnya.

Grand Palace Bangkok

Grand Palace Bangkok

Rencana perjalanan Saya ke Bangkok kali ini berawal dari ajakan teman yang memprovokasi untuk memesan tiket promo Tiger Mandala pada bulan April 2013. Kala itu ada penawaran promo rute CGK-BKK-CGK mulai Rp 700.00, tetapi karena terlalu lama berdebat beli atau tidak, kami mendapatkan harga Rp 1.000.000 pulang pergi. Sengaja Saya memilih jadwal keberangkatan yang agak lama (kurang lebih enam bulan) untuk berkunjung ke Bangkok. Pikir Saya, yang penting dapat dulu tiket dari Jakarta menuju Bangkok. Hingga pada bulan Agustus ada promo tiket dari Citilink yang waktu itu sedang mempromosikan pesawat terbarunya dan memberikan harga spesial rute SUB-CGK seharga Rp 55.000 sekali jalan. Alhamdulillah Saya mendapat tiket promo tersebut dan berangkat tepat satu hari sebelum keberangkatan dari Jakarta menuju Bangkok.

Uang Baht

Uang Baht

Long story short, tanggal 19 November saya berangkat menuju Jakarta dari Surabaya dengan menggunakan pesawat Citilink. Sengaja Saya pilih penerbangan terakhir agar bisa bermalam di Soekarno-Hatta menantikan pesawat ke Bangkok keesokan harinya. Pesawat Citilink mendarat di Terminal 1 CGK tepat jam 23.30.  Saya segera menunggu shuttle bus antar terminal yang disediakan oleh pihak bandara. Bus berwarna kuning beroperasi 24 jam dengan waktu kedatangan di setiap terminal antara 10-15 menit. Benar saja, setelah bertanya petugas lokasi drop point, bus gratis yang saya tunggu datang juga. Walaupun sudah menjelang tengah malam, masih banyak sekali penumpang yang menggunakan fasilitas ini. Perlu diketahui bahwa maskapai Tiger, Air Asia dan Batik Air berada di Terminal 3. Kabarnya beberapa maskapai termasuk ketiganya ini akan dipindahkan ke Halim Perdana Kusuma pada tahun 2014.

Papan Tunggu Shuttle Bus CGK T1

Papan Tunggu Shuttle Bus CGK T1

Bisa dikatakan T3 CGK lebih nyaman dan lebih bagus dari T1. Kesibukan penumpang masih terlihat hingga larut malam. Saya memutuskan untuk bermalam di visitor area yang terletak di lantai 2 terminal. Di sini terdapat kursi-kursi yang dapat digunakan untuk tidur dan beberapa televisi  untuk pengunjung yang ingin mendapatkan hiburan. Saya segera menggabungkan dua kursi dan menyandarkan tubuh yang agak letih.

Jam 4.30 saya terbangun langsung ke mushola yang terletak di lantai 1. Setelah travelmate Saya tiba di T3, kami segera melakukan check in di konter Tiger yang sudah ramai antrian penumpang. Sebagai low cost carrier, Tiger rupanya tidak ingin kalah dalam memberikan pelayanan yang masksimal kepada penumpangnya. Selesai semua proses dari check in, imigrasi, waiting,  dan boarding pesawat lepas landas tepat jam 7 pagi menuju Bangkok. Saatnya menikmati 3 jam 30 menit diatas ketinggian 36.000 kaki.

Kursi di Terminal 3 yang dapat digunakan untuk tidur satu malam

Kursi di Terminal 3 yang dapat digunakan untuk tidur satu malam

Pukul 10.30 pesawat RI 900 mendarat dengan lancar di Bandara Suvarnabhumi. Dari kejauhan terlihat desain bandara yang unik dan siap menyambut kedatangan pertama Saya ke Bangkok ini. Suvarnabhumi memang merupakan bandara Internasional terbesar di Thailand yang didesain ramah lingkungan sebab diatapnya menggunakan kanopi kaca berbentuk melengkung, dengan begitu konsumsi listrik untuk lampu pada siang hari pun jauh lebih sedikit dibandingkan malam hari. Hal pertama yang Saya lakukan adalah mencari fasilitas wifi gratis bandara. Wifi gratis memang tersedia namun terlebih dulu meminta ID di bagian informasi dengan menunjukkan paspor. Setiap pengunjung diberikan ‘jatah’ wifi gratis selama satu jam.

Suvarnabhumi Airport (source: lastminute.com)

Suvarnabhumi Airport (source: lastminute.com)

Menuju ke kota Bangkok dari Suvarnabhum sangatlah mudah dan beragam pilihan transportasinya. Naik taxi menjadi pilihan yang tepat jika berkunjung ke Bangkok bersama lima orang. Ongkos taxi di Bangkok tidak terlalu mahal, hanya saja pada jam-jam sibuk, lalu lintas Bangkok akan sangat padat. Karena Saya hanya berdua pilihan menuju ke kota jatuh pada ARL (Airport Rail Link). Ada 3 macam ARL yang yaitu Phaya Thai Express, Makkasan  Express, dan City Line. Kereta express adalah jenis kereta yang hanya berhenti di stasiun akhir saja dan berangkat setiap jam, misalnya Phaya Thai Express yang langsung berhenti di Stasiun Phaya Thai dengan waktu tempuh hanya 20 menit seharga THB 90. Jenis kereta City Line adalah kereta yang berhenti dibeberapa stasiun dulu sebelum menuju stasiun akhir dengan waktu tempuh lebih lama tetapi dengan harga lebih murah pula antara THB 15-55.

clock wise: arrival Suvarnabhum - board sign to ARL - Waiting Area of ARL - Information Centre ARL

clock wise: arrival Suvarnabhum – board sign to ARL – Waiting Area of ARL – Information Centre ARL

Hotel yang kami pesan terletak ditengah-tengah rute, sehingga kami memutuskan untuk naik ARL City Line menuju stasiun Ramkamhaeng dengan biaya tiket sebesar THB 30. Dari bandara menuju hotel membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit. Keluar dari stasiun Ramkamhaeng Saya langsung bisa melihat papan nama hotel yang saya tuju, Nasa Vegas Hotel. Saya memesan hotel melalui Agoda yang waktu itu memberikan harga promo yang sangat murah. Saya mendapatkan harga Rp 581.143 untuk 4 malam, harga tersebut termasuk diskon 7% karena menggunakan kartu kredit Mandiri.

Nasa Vegas

Hotel Nasa Vegas persis di depan pintu keluar Stasiun Ramkamhaeng

Saya datang sebelum waktu check in sehinga Saya haya menitipkan tas dan menumpang toilet saja, setelah ini kami akan segera mengeksplorasi kota Bangkok selama 5 hari 4 malam. Sawasdee khrap…

Pengeluaran pre-departure

Pengeluaran pre-departure

Categories: Jalan-Jalan, Thailand | Tags: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Jalan-Jalan ke Bangkok Hari ke-1 (Prolog)

  1. Mantap…jd kangen ama bangkok..terakhir di bangkok 6 bulan lamanya thn 2009…uda 6 thn ternyata ga terasa..
    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti dgn kartu nama online, taruh/embed kartu nama di blog/website dgn mudah, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: