LPDP, Overview Singkat dan Seleksi Administrasi

Been being away for several months, now I’m back to tell you many stories…

Alhamdulillah. Tak henti-hentinya mulut mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan merasakan kuliah di bangku magister. Hampir setahun cuti dari kegiatan “jalan-jalan”. Di hampir setahun ini pula lah banyak kejadian yang kemudian mengubah hdup. Lulus sarjana Januari 2014, lamaran 2 bulan setelahnya, menikah pertengahan tahun, dan sekarang menjalani kegiatan sebagai mahasiswa magister Sains Akuntansi Universitas Gadjah Mada. Beberapa tulisan ke depan akan menceritakan pengalaman mendapatkan beasiswa LPDP. Feel free to share, everybody need to know about what, how, and why LPDP. Happy reading!

Logo

Siapa yang tak ingin sekolah gratis? Dibiayai oleh lembaga pemerintah dengan fasilitas yang cukup menggiurkan bagi sebagian orang. LPDP, Lembga Pengelola Dana Pendidikan, hadir untuk itu. Mengususng tema besar “Indonesia Emas 2045”, LPDP nampak seperti magnet yang menarik perhatian  scholar warriors. Ya, scolar warrior, istilah yang keren menyebut pemburu beasiswa tak terkecuali Saya.

Setelah dinyatakan lulus sarjana pada Januari 2014, ada motivasi dari dalam melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Namun agak berat rasanya jika harus membiayai sendiri kuliah yang tidak murah itu. Mulai lah rajin membaca papan mading, mencari info di twitter, dan menyimak beberapa laman yang khusus menyediakan informasi beasiswa.

Informasi tentang LPDP saya dapatkan dari akun twitter resmi @LPDP_Ri dan laman resminya di www.lpdp.depkeu.go.id. Dari sini Saya tahu apa saja syarat-sayarat mendaftar beasiswa, tujuan universitas, dan hak yang diberikan kepada awardee (sebutan untuk penerima beasiswa  LPDP).

Secara umum, LPDP memiliki syarat yang sama dengan lembaga-lembaga pemberi beasiswa lainnya. IPK minimal 3,25, nilai TOEFL / IELTS / IBT (500 setara untuk calon mahasiswa dalam negeri dan 550 setara untuk calon mahasiswa luar negeri), LoA (letter of acceptance) dari universitas tujuan jika ada,  dan riwayat pengalaman-pengalaman organsasi atau penghargaan yang pernah diraih.

Sebagai tambahan, LPDP memberikan tantangan bagi calon pendaftar menulis esai yang harus dikumpulkan bersamaaan dengan dokumen lainnya. Ada tiga macam esai; Peranku Bagi Indonesia, Sukses Terbesar di Hidupku, dan Rencana Studi yang akan ditempuh. Terlihat retoris memang tema-tema yang diangkat tapi justru dari sinilah pengalaman lebih didapatkan.

Proses pendaftarannya pun cukup mudah. Pertama, buat akun pribadi di laman LPDP sesuai jenis beasiswa yang akan diambil. Lebih baik menggunakan gmail  untuk alamat surel yang didaftarkan sebab LPDP menggunakan domain ini untuk akses informasinya. Kedua, isi formulir yang ada dengan lengkap dan jelas serta jangan lupa menempelkan (attach) dokumen pendukung lainnya.

Proses administrasi dan verifikasi data membutuhkan waktu kurang lebih dua mingguan. Rasanya deg-degan sekaligus senang menanti pengumuman seleksi tahap pertama ini. Begitu peserta lolos seleksi administrasi diumumkan, langsung lega rasanya. Saya tidak tahu secara pasti apa yang menjadi indikator lolos seleksi ini. Bagi Saya, isi dokumen dengan jujur dan tulis esai sesuai kemampuan yang dimiliki. Tidak perlu melebihkan atau merendahkan pengalaman yang dialami.

LPDP membuka pendaftaran beasiswa sepanjang tahun dengan empat kali periode seleksi. Seleksi wawancara dilakukan bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Batas waktu mengumpulkan berkas kurang lebih satu bulan sebelum jadwal seleksi wawancara setiap periode dimulai. Waktu yang paling ideal mendafar adalah dua periode sebelum perkuliahan dimulai. Misalnya perkuliahan dimulai September maka daftar di periode Maret.

Pengalaman  jeda waktu terlalu dekat antara periode mendaftar dan masuk kuliah cukup merepotkan baik di pihak Saya maupun LPDP. Setelah dinyatakan lulus wawancara bulan Juni, status masih sebagai calon penerima beasiswa. Padahal waktu itu sudah mulai melakukan registrasi kampus tujuan. Meskpiun akhirnya bisa mengurus penangguhan pembayaran ke universitas, pendaftaran yang terlalu mepet akan memberikan efek lainnya. Nanti, akan Saya ceritakan di bagian berikutnya.

Intinya, di tahapan pertama seleksi beasiswa ini adalah bagaimana meyakinkan reviewer bahwa kita layak mendapatkan kesempatan lolos tahap berikutnya. Caranya? Kerjakan esai sebaik mungkin sebab dari tulisan kita bisa ‘menjual diri’ dan menawarkan ide-ide. Tulis dengan bahasa yang mudah dipahami, tidak harus selalu ilmiah tetapi sopan dan mampu menggambarkan siapa diri kita. Dan yang paling penting tulisan yang dikumpulkan harus jujur dan apa adanya. Jangan khawatir, masih ada kesempatan lebih besar lagi setelah dinyatakan lolos tahap satu.

Categories: LPDP | Tags: , , , , , | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “LPDP, Overview Singkat dan Seleksi Administrasi

  1. tommyadhyasa

    uda lolos ko?kamu daftar univ mana?

    • Udah, tom. Aku daftar UGM ini. Udah lolos dan udah kuliah juga. Mau lanjut a tom? Pulang sek terus daftar LPDP.

      • tommyadhyasa

        iya ko… kalo ada apa2 aku tanya2 lagi deh,,, insyaAllah tahun depan aku daftar S3…

  2. selly

    Hi mas Tio salam kenal🙂
    Mau tanya jarak waktu kuliah ke dengan pendaftaran harus min.6bln ya? Kalau kurang dari itu masih boleh kah? misal cm berjarak 1periode. Tks

    • Hi Sellyu,
      Sejak 2015 aturannya harus minimal 6 bulan. Apabila kurang dari itu akan ada surat pernyataan deffer atau tunda kuliah saat tes wawancara dan dinyatakan lulus setelahnya. Hal ini karena setelag wawancara biasanya masih menunggu jadwal PK yang tidak cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: