Tips: Naik Bus Melintasi Malaysia-Singapura (bagian 2-tamat)

Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur (courtesy: webiste TBS)

Kuala Lumpur-Melaka

TBS buka selama 24 jam penuh. Tidak perlu khawatir jika tiba di sana saat masih dini hari. Tiga kali naik bus Singapura-KL, tiga kali pula Saya numpang tidur di TBS. Salah satu keuntungan menuju Melaka dari TBS adalah bus, frekuensi berangkat, dan harga yang bervariasi. Dibandingkan dengan terminal lainnya di KL, TBS  yang fokus pada penyediaan layanan bus antar kota bagian selatan Malaysia sangat memudahkan calon penumpang yang hendak menuju Melaka.

Tips: Jika Anda berrencana mengunjungi KL dulu baru Melaka seperti Saya, sebaiknya langsung beli tiket bus ke Melaka di konter untuk keberangkatan esok hari atau menyesuaikan dengan jadwal. Pembelian di awal untuk mengantisipasi kehabisan tiket terutama pada akhir pekan dimana penumpang biasanya sangat ramai.

Bus yang Saya tumpangi adalah Metrobus, salah satu PO yang melayani rute KL-Melaka. Tiket sekali jalan hanya MYR 10. Meskipun murah tapi kualitas bus tidak murahan. Tidak senyaman Konsortium memang tapi lebih dari cukup mengingat bus yang berisi 40 bangku ini murah harga tiketnya. Perjalanan dari TBS Kuala Lumpur menuju Melaka memakan waktu kurang lebih dua jam, tidak kurang tidak lebih. Satu hal yang Saya sukai bahwa supir bus di sana tidak ugal-ugalan. Walaupun jalanan lengang, bus tidak dikendalikan melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan. Jalan tolnya pun halus tidak beregelombang dan sangat lengang. Kalau sudah begini tidak ada alasan untuk tidak tidur selama perjalanan, toh pemandangan sepanjang jalan tidak lebih dari kebun kelapa sawit.

Tips: Pastikan untuk datang dan siap di pintu keberangkatan bus 30 menit sebelum jam berangkat. Bus di KL sangat tepat waktu baik keberangkatan maupun kedatangannya. Di tiket suda tertera di pintu berapa bus akan berangkat. Selain itu, datang lebih awal akan memudahkan penumpang mengingat TBS lebih besar daripada Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Bus akan berhenti di terminal Melaka Sentral. Di dalam terminal banyak warung makan seperti di terminal pada umumya. Harganya pun relatif terjangkau, cukup untuk mengganti energi yang hilang selama perjalanan. Jika tujuan langsung ke destinasi wisata Melaka di daerah Bangunan Merah, maka carilah pintu keberangkatan domestik (dalam kota) dan naik bus Panorama No. 17. Panorama adalah nama bus resmi yang beroperasi di Kota Melaka. Bus berwarna merah dengan nomer-nomer tertentu penanda tujuan yang dilewati. Ongkos sekali naik dari Melaka Sentral menuju Bangunan Merah sebesar MYR 1,5.

Melaka-Singapura

Puas berada di Melaka sehari semalam saja, perjalanan darat Saya lanjutkan dari Melaka menuju kembali ke Singapura. Ada dua pilihan untuk menuju Singapura. Pertama, naik bus langsung Melaka-Singapura. Kedua, naik bus ke Singapura via Johor Bahru. Saya memilih alternatif kedua karena harga busnya lebih murah yaitu MYR 21. Sedangkan jika naik bus langsung ke Singapura, tarifnya lebih mahal sekitar MYR 25-30 dan turun di pinggir pula Singapura. Akan merepotkan naik bus langsung karena penumpang akan turun-naik dua kali lagi untuk melakukan cek imigrasi.

Bus yang Saya pillih adalah bus KKKL seharga MYR 21 yang menempuh perjalanan hingga Johor Bahru sekitar 2,5 jam. Bus akan berhenti di terminal Larkin JB. Dari Larkin ke Singapura bisa menggunakan metode transportasi yang sama saat menuju JB dari Singapura. Naik CW Link yang langsung turun di Queen Street atau SBS 170. Kali ini, Saya coba naik SBS 170 dari Larkin. Bus akan berhenti di gedung imigrasi JB sebagai cek poin penumpang keluar dari Malaysia. Kemudian akan berhenti lagi di Woodland Check Point sebagai tanda masuk Singapura. Kelebihan naik SBS 170 bisa menggunakan EZLink, untuk turun-naik di imigrasi kartu kita akan suspend-resume, pembayaran baru akan dianggap penuh jika penumpang turun di halte setelah melakukan proses imigrasi. Perlu diingat juga bahwa penumpang tidak harus naik bus yang sama untuk melanjutkan perjalanan.

Tips: sebaiknya hindari berpergian antara JB-Singapura dan sebaliknya pada akhir pekan. Pada Sabtu atau Minggu, akan sangat banyak wisatawan atau warga lokal yang berpergian menghabiskan akhir pekan lintas negara. Antrian di imigrasi akan sangat panjang dan cukup membuang waktu. Saya mengantri hingga satu jam pada saat akan masuk ke Singapura. Perjalanan Singapura-JB yang membutuhkan waktu 2,5 jam di hari biasa menjadi 4 jam pada akhir pekan.

Ternyata bus SBS 170 dari Woodland Check Poin hanya melayani penumpang hingga ke stasiun MRT Kranji saja. Bus tersebut kembali lagi ke Woodland menjemput antrian penumpang yang telah melakukan proses cek imigrasi. Dari Kranji, penumpang bisa memilih melanjutkan dengan SBS 170 yang sudah siap di halte atau naik MRT. Dari sini, Saya naik MRT jalur merah turun di Jurong East, transit MRT jalur hijau turun di stasiun Bugis.

Demikian uraian panjang untuk calon traveler atau backpacker yang ingin mengunjungi Singapura dan Malaysia dalam waktu yang terbatas. Meskipun durasi perjalanan kurang dari seminggu, tidak ada salahnya untuk sedikit lari-lari naik bus sana sini demi pengalaman backpacker yang tidak terlupakan. Happy traveling!

Categories: Jalan-Jalan, Malaysia, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Tips: Naik Bus Melintasi Malaysia-Singapura (bagian 2-tamat)

  1. mas karyo

    Solo backpacker, Wah aq bakalan nginep neh di TBS, gembelers, tiket ke penang habis mlm ni, dpt bsok pagi jam 8 hahahaa, gembel terhormat, nekad
    Salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: