Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (bagian 2/3)

Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera (清水寺)

Dari area timur laut, pindah ke bagian timur Kyoto atau Higashiyama area (東山). Tujuan wisata paling terkenal di area ini adalah Kiyomizu-dera. Kiyo artinya jernih sedangkan mizu artinya air. Dinamakan Kiyomizu mungkin karena tepat di bawah kuil terdapat mata air yang sangat jernih dan disucikan sehingga ada aturannya jika ingin mencoba air jernih tersebut. Kiyomizu dibangun dari kayu-kayu yang sangat tua dan kuat. Meski begitu ada perasaan ‘ngeri’ juga saat masuk kuil saking banyak sekali wisatawan yang datang sehingga saya berpikir apakah kuil ini mampu menampung semuanya. Di dalam kuil terdapat patung-patung Budha tempat orang-orang berdoa. Pemandangan dari kuil barangkali tidak seistimewa ketika sudah keluar kuil. Dari bukit pandang tak jauh dari kuil barulah saya bisa menyaksikan kemegahan kuil yang seperti dikerubuti pepohonan dengan sangat rapat. Apalagi saya berkunjung pada saat akhir musim gugur dimana daun-daun berwana merah sangat cantik berpadu dengan warna coklat kehitaman Kiyomizu dari kejauhan. Sungguh pemandangan yang tidak terlupakan. Pada waktu tertentu Kiyomizu akan dibuka sampai pukul 10 malam bertepatan dengan festival Hanatouro (花灯路) . Festival ini sangat layak untuk dinikmati tetapi bersiaplah dengan antrian yang panjang sekali dan keramaian yang luar biasa.

Jam Operasional              : Pukul 06.00-18.00

Tiket Masuk                       : ¥300 (Rp36.000)

Panduan                             : Dari Stasiun Kyoto bisa naik bus No. 206 (halte D2), bus No. 100 (halte D1) kemudian turun di Halte Gojozaka (五条坂). Dari halte kemudian menyeberang menuju jalan ke arah Kiyomizu-dera. Sangat mudah untuk mengenali jalan yang menuju kuil karena banyak orang berkumpul dan petugas yang mengarahkan. Jalanan sedikit menanjak jadi siap-siap air mineral yang cukup agar tidak kehausan.

Kiyomizu-michi (清水道)

Yang satu ini bukan kuil melainkan sebuah jalan (michi)  yang berisi penjaja makanan dan souvenir. Keluar dari Kiyomizu-dera sebaiknya jangan ambil jalan yang sama saat masuk dari Gojozaka. Di persimpangan ambillan jalan yang sebelah kanan. Lokasi ini sangat terkenal  karena banyak penjual makanan ringan khas Jepang dan cinderamata yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Puluhan toko berderet-berderet dari pangkal hingga ujung jalan yang menurun ini. Di sepanjang jalan tak henti-hentinya penjual menawarkan dagangan, beberapa bahkan memberikan sampel gratis untuk dicicpi. Bagi wisatawan yang tidak ada pantang makanan tentu melewati jalanan ini sepertu surga. Dijamin akan terpuaskan dengan aneka makanan sampel gratis yang ditawarkan. Di ujung jalan Kiyomizu, kita bisa langsung belok kanan kemudian berjalan lurus ke arah utara menuju Gion District.

Gion District (courtesy of David Off flickr)

Gion District (祇園)

Mungkin tidak ada yang ingin dicari di Gion selain kemunculan Geisha secara tiba-tiba. Gion terletak di Shijo dan merupakan satu kawasan budaya yang kental nuansa tradisionalnya. Distrik ini dibangun pada abad pertengahan yang awalnya bertujuan untuk menyediakan tempat singgah bagi wisatawan yang akan beribadah di kuil-kuil sekitar Higashiyama. Tepat di sebelah timur Gion adalah Yasaka-Jinja Shrine (八坂神社) dan beberapa kuil penting lainnya. Sekarang, kawasan Gion merupakan kawasan hiburan dan tempat jamuan makan. Oleh karena itu tidak heran jika sesekali wisatawan dapat menjumpai Geisha yang melakukan pertunjukkan di rumah hiburan dan Tea House. Namun, jangan dibayangkan hiburan yang macam-macam ya. Geiko, begitu sebutan untuk Geisha yang ada di Kyoto, adalah artist atau lebih tepatnya “a woman of the art”. Bagi saya pribadi, kawasan Gion ini lebih bagus di foto-foto yang ada di webiste wisata daripada melihat secara langsung. Pada waktu tertentu seperti malam minggu misalnya, kawasan Gion akan sangat ramai dan padat pengunjung sehingga sulit untuk mendapatkan foto Gion yang unik dan otentik.

Nishiki Fish Market (錦市場)

Sekalian jika sudah di area Gion daerah Shijo, kita bisa mengunjungi Nishiki Fish Market. Nishiki merupakan pasar tradisional sepanjang lima blok dengan ratusan penjual yang berjejer. Pasarnya terletak di belakang pusat perbelanjaan Shijo Kawaramachi. Pasar ini buka dari pukul 09.30-17.30 setiap hari. Jika ada waktu sebelum itu maka sempatkanlah mampir di pasar tradisional yang bersih ini. Mayoritas yang dijual di sini adalah sayuran, ikan,dan bahan-bahan masakan lainnya yang segar. Beberapa penjual juga menyediakan bento sushi atau katsu yang siap mengisi perut pengunjung yang lapar. Harga bento di pasar ini tidak terlalu mahal berkisar antara 400-700 per-porsinya. Atau bisa juga mencoba makanan ringan dan jajanan khas Jepang yang banyak ditawarkan seperti tepanyaki, takoyaki, dan lain-lain.

Kamogawa River dari Atas Jembatan Demachiyanagi pada Siang Hari

Kamogawa River dari Atas Jembatan Demachiyanagi pada Siang Hari

Kamogawa / Kamo River (鴨川)

Tempat satu ini bukan tujuan wisata sebenarnya. Namun, tidak ada salahnya menyempatkan diri menikmati salah satu keindahan alam Kyoto yaitu sungai Kamo. Kamogawa, begitu orang Jepang menyebutnya, terbentang dari utara hingga selatan. Sungai Kawa sangat cantik pada saat senja. Sungainya lebar tetapi debit airnya tidak terlalu deras. Saya belum berkesempatan menikmati keindahan sungai ini di musim semi.Tetapi, dari cerita yang saya dapat sungai Kamo sangat indah di kala musim semi tiba sebab di sepanjang sungai bermekaran bunga sakura yang cantik. Seperti kebiasaan penduduk Jepang ada umumnya, mereka akan melakukan hanami  (花見), piknik di bawah pohon sakura sambil menyantap bekal yang dibawa. Salah satu titik untuk menikmati Sungai Kamo terletak tidak jauh dari Gion. Ada gerai kopi Starbucks yang lokasinya pas di pinggir sungai dengan jendela yang lansgung menghadap jembatan. Rasanya seru saja menikmati minuman dan kue sambil melihat orang beraktivitas di tepian sungai. Tentu saja pemandangan ini dapat dinikmati dengan gratis.

Panduan                             : Starbucks tepian sungai Kamo terletak di kawasan Sanjo. Dari Stasiun Kyoto naik bus No. 5 turun di halte Sanjo. Cara lain menikmati Kamogawa bisa naik bus No. 17 dari Stasiun Kyoto turun di Demachiyanagi Station (出町柳駅前).

Kamogawa River pada Saat Senja

Kamogawa River pada Saat Senja

Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (bagian 2/3)

  1. Mau tanya donk, saya tahun ini mau liburan ke Jepang mas, tapi ada hari dimana saya jalan kaki terus hehe,

    Eikando Temple jalan kaki ke Philosopher’s Path lalu jalan kaki lagi ke Shinnyodo Temple dan jalan kaki lagi ke Kodaiji Temple . Menurut mas kira2 ini worth ga ya? karena saya liat daerah2 ini satu komplek.

    Makassiihh

    • Kalau dari Eikando ke Kodaiji sebenarnya ngga jauh kok cuma 1 km an gitu. Intinya sih kuil ya gitu2 aja yaa hehehe. Kalau memang waktunya agak panjang di Kyoto silakan saja tapi kalau tidak mungkin bisa dipertimbangkan lokasi lainnya. Philosopher walk juga bagus sekaoo terutama kalo musik sakura jadi bisa disusun lagi saran saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: