Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (Bagian 3/3)

Togetsuko Bridge Arashiyama

Togetsuko Bridge Arashiyama

Arashiyama (嵐山) & Togetsukyo Bridge (渡月橋)

Pindah ke kawasan barat Kyoto, Arashiyama menjadi salah satu destinasi terfavorit wisatawan. Salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi adalah Tenryuji Temple (天竜寺) yang juga dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya versi UNESCO. Bisa dikatakan bahwa kuil Zen ini adalah kuil terpenting di distrik Arashiyama. Apalagi, kuil Tenryuji adalah satu-satunya kuil yang terhubung langsung dengan sekolah Budha. Distrik Arashiyama juga terkenal dengan jembatan Togetsukyo yang membentang di atas Sungai Katsura (桂川). Pemandangan dari jembatan ini juga tak kalah menakjubkan. Perpaduan aliran sungai yang jernih dan cukup deras dengan latar bukit, dan birunya langit membuat siapa saja pasti terpana dibuatnya. Jangan lewatkan pula untuk naik tricycle alias becak sambil berkeliling Arashiyama. Penampilan para penarik becak ini juga terlihat sangat menarik. Rata-rata penarik becaknya masih muda dan cocok sekali jadi aktor dorama. Diantaranya ternyata ada pula yang berstatus sebagai mahasiswa sambil melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai penarik becak. Tak kalah nikmat jika kita membawa bekal saat datang ke Arashiyama. Waktu itu Saya bawa bekal sederhana nasi lauk mi goreng (khas orang Indonesia sekali ya hehehe) dan telur ceplok. Saya makan bekal di pinggir sungai Katsura sambil diterpa angin musim dingin yang lumayan bikin merinding. Tidak lupa juga saya bawa termos kecil air jahe hangat. Wah…rasanya benar-benar nikmat sekali.

Jam Operasional              : Pukul 08.30-17.00 (Tenryuji Temple)

Tiket Masuk                       : ¥500 (Rp60.000)

Panduan                             : Dari Stasiun Kyoto bisa naik bus No. 72 atau 73 (halte C6) langsung menuju ke halte Arashiyama. Bisa juga naik kereta dari Stasiun Kyoto mengambil Arashiyama JR yang menuju Saga Arashiyama dengan ongkos ¥240. Togetsukyo tepat berada di halte terakhir Arashiyama sedangkan Tenruji temple ambil belok kanan di persimpangan jembatan. Jika naik kereta dan turun di Saga Arashiyama, Tenryuji temple tepat berada di seberang stasiun.

 

Bamboo Grooves Arashiyama

Bamboo Grooves Arashiyama

Bamboo Grooves & Sightseeing Tram

Apa sih menariknya melihat bambu padahal di Indonesia juga banyak sekali “barongan”, begitu orang Jawa menyebut semak-semak bambu. Bamboo Grooves memang hanya sebuah tempat yang dipenuhi bambu di sepanjang kiri dan kanan jalannya. Tidak ada yang istimewa kecuali kerapian bambu-bambu tersebut ditanam. Saya bisa katakan jika lokasi ini merupakan salah satu lokasi yang “instagramable” karena komposisi  yang unik antara jalan setapak serta rimbun tanaman bambu. Saya sendiri pun tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan hutan bambu buatan yang di dalamnya terdapat beberapa kuil untuk beribadah. Siapkan energi yang cukup saat memutuskan masuk ke dalam area hutan bambu karena jalanan sedikit panjang dan menanjak. Apalagi jalan setapak ini sifatnta satu arah sehingga tidak bisa kembali begitu saja di tengah-tengah. Di ujung hutan bambu ambil jalan ke kanan menuju stasiun “Sighseeing Tram” atau Sagano Romantic Train (嵯峨野トロッコ). Tram atau kereta tersebut membawa penumpang membelah hutan dan sungai Hozugawa di balik hutan bambu tadi hingga turun di Stasiun Saga Arashiyama. Perjalanan menempuh jarak 7 km dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Musim paling favorit untuk menikmati pemandangan dari dalam kereta adalah saat akhir musim gugur dimana daun-daun berwarna merah tua.

Jam Operasional              : Pukul 08.30-17.00

Tiket Masuk                       : ¥620 (Rp72.000) untuk naik

 

Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari  Taisha (伏見稲荷大社)

Fushimi Inari sepertinya sudah banyak di bahas di blog, instagram, dan laman wisata. Tujuan wisata ini memang sejatinya layak difavoritkan banyak wisatawan terutama mereka yang suka narsis dan foto-foto seperti Saya. Sepertinya namanya Taisha yang berarti besar, kuil ini benar-benar besar dan luas. Terletak di daerah Fushimi, kuil ini terdiri dari ribuan Torii gate yang dibangun di atas gunung  (bukit) Inari setinggi 233 meter. Di pintu masuk merupakan kuil terbesar yang disebut Honden. Pada awal dibangun pada abad ke-8, kuil ini ditujukan untuk penghormatan kepada dewa  atas hasil pertanian (padi). Namun, seiring perkembangan jaman ukuran kuil ini semakin bertambah. Saya pernah baca di salah satu sudut Fushimi bahwa siapa saja boleh membangun Torii (gapura berwarna oranye) di situ. Ada sejumlah uang yang harus dikeluarkan sesuai dengan ukuran Torii yang ingin dibangun. Orang Jepang membangun Torii di sini sebagai bentuk ucapan terima kasih jika keinginan terkabul atau wasiat dari orang yang sudah meninggal.  Maka itu tak heran jika sekarang ini sudah ada lebih dari 10000 gapura di Fushimi Inari Taisha yang dibangun dari kaki hingga mendekati bukit. Bagi wisatawan yang ingin mendapatkan hasil foto yang bagus dan sepi, saya sarankan untuk berjalan hingga mendekati bukit. Berfoto di awal masuk Torii hanya akan menambah rasa kesal karena lokasinya yang sangat ramai sehingga rawan terjadi “photobomb” di hasik foto.

Jam Operasional              : Pukul 08.00-16.00

Tiket Masuk                       : Gratis

Panduan                             : Dari Stasiun Kyoto naik JR Nara Line turun di Stasiun Inari. Perjalanan memakan waktu 7 menit dan berhenti di dua stasiun hingga ke Stasiun Inari.

Kinkakuji

Kinkakuji

Kinkaku-ji (金閣寺)

Dari Kyoto bagian barat menuju ke bagian barat laut ada kuil yang sangat terkenal dengan keanggunannya. The Golden Pavilion atau dalam bahasa Jepang disebut Kinkaku-ji, merupakan kuil yang bagian atapnya dilapisi emas. Sebelum berkunjung ke kuil ini saya mencari informasi di internet yang mengatakan bahwa kuil ini sangat cantik saat turun salju. Beruntung sekali, beberapa hari sebelum jadwal kepulangan ke Indonesia , Kyoto diguyur salju. Meski tidak begitu lebat, pagi itu langsung saya bersiap-siap pergi ke sana setelah bangun tidur. Saya ingin datang sepagi mungkin karena khawatir saljunya keburu meleleh (hehehe). Sesampainya di kuil saya mendapati pintu tertutup dan dibuka tepat pukul 9 pagi. Namun, sudah banyak wisatawan yang mengantri di depan pintu gerbangnya. Sepertinya mereka berpikiran sama untuk menyaksikan kuil Kinkaku-ji berselimut salju. Dan…foto di atas adalah bukti keindahan Kinkaku-ji saat  bersalju. Memang saljunya sangat sedikit dan tidak sampai menutupi semua bagian atap tetapi nuansa salju “tipis-tipis”mampu menggerakan mulut semua pengunjung ternganga. Kolam yang mengelilingi kuil beku hampir di seluruh permukaannya. Dengan latar belakang perbukitan semakin membuat kuil tampak menawan. MasyaAllah…this one is worth the wait! I had been waiting for the snow for 2 months.

Jam Operasional              : Pukul 09.00-17.00

Tiket Masuk                       : ¥400 (Rp48.000)

Panduan                            : Dari stasiun Kyoto naik bus No. 205 (halte B-3) atau bus No. 101 (halte B-2) turun di Kinkakuji-michi. Lama perjalanan kurang lebih 50 menit. Dari halte Kinkau-ji michi langsung masak jalan ke kanan dan lurus saja sampai menemukan pintu masuk kuil.

Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (Bagian 3/3)

  1. Harga tiketnya lumayan murah ya 😊

    • Iya murah-murah, mbak citra. Namanya juga kuil kan fungsinya buat ibadah. Kayanya kalo orang2 yang ibadah ngelempar uangnya sampe ribuan yen. Hehehe

  2. merie

    makasih info2nya ya..berguna banget buat aku yang pertama kali backpacking ke kyoto..

  3. Ulasan perjalanannya detail banget sangat berguna…mudahan ada langkah menuju negeri matahari terbit tersebut,…salam travel ni bang@tiology

    • Halo Fe,
      Berusaha menulis yang bagus biar gampang dibaca. Terimakasih… ini seri Jepang masih ada beberapa bagian lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: