Menjadi Mahasiswa Universitas Kyoto: From Scratch to Catch! (2\2)

IMG_20171008_090237_419

source: instagram.com/heruekoprast

Tahap 3 – Wawancara Skype

Setelah mendapatkan persetujuan dari calon sensei, pihak fakultas kemudian memberikan jadwal wawancara Skype. Kali ini, saya berhadapan dengan empat penguji sekaligus. Jujur saja, ini merupakan kali pertama bagi saya untuk wawancara via internet. Saya coba mencari info sebanyak-banyaknya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama melakukan wawancara.

Dari beberapa website dan youtube yang saya cari dengan kata kunci “how to make successful skype interview, saya memahami beberapa poin penting. Pertama, adalah kuasai materi yang akan disampaikan dan tidak terlalu bertele-tele dalam memperkenalkan diri. Dengan waktu yang sangat terbatas, kurang lebih 30-45 menit, saya harus bisa menyampaikan maksud proposal riset yang ingin saya kerjakan dan juga alasan logis saya mendaftar program tersebut. Kedua, gunakan pakaian yang sesuai, tidak harus berkemeja dan berdasi lengkap dengan jas. Pakaian yang sesuai dengan identitas akan lebih nyaman digunakan untuk menghadapi situasi yang tak terduga selama wawancara.

Bagian berikutnya adalah memastikan suasana ruangan tempat kita wawancara adalah tempat yang nyaman, tenang, dan bebas gangguan. Jika ingin melakukannya di kamar, pastikan mengambil titik dengan latar belakang yang minimalis (misal tidak terlihat pakaian, poster, dan hiasan dinding yang berlebihan). Hal ini secara tidak langsung dapat menunjukkan tingkat keprofesionalitasan. Dan terakhir, yang tidak kalah penting adalah koneksi internet yang dipakai untuk wawancara. Mengusahakan tempat dengan jaringan internet yang bagus dan stabil merupakan sebuah keharusan.

Beberapa hari sebelum wawancara yang sebenernya, staf fakultas meminta saya untuk melakukan tes skype. Hal ini bertujuan untuk mengobservasi apakah tempat yang akan saya gunakan cukup representatif untuk melakukan tes. Tempat yang saya pilih saat itu adalah kos-an ber-wifi tempat teman saya tinggal. Setelah cek ricek sekitar lima menit diputuskan itu lokasi yang baik. Sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan warnet VIP. Jaringan dan gambarnya sangat bagus, sayang agak berisik karena ada latar musik operator yang terdengar dari kejauhan.

And finally that was the day! Saya mendapatkan jadwal wawancara pukul 17 waktu Kyoto (JST) atau pukul 15 WIB. Saya mempersiapkan segala hal termasuk menempel banyak contekan di tembok di belakang layar laptop untuk jaga-jaga kalau saya lupa materinya.

Pukul 15.00 tepat Skype saya berbunyi, kali ini staf fakultas yang mengecek kesiapan saya Indonesia. Empat orang penguji sudah siap menanti di sebrang sana. Setelah lima menit persiapan wawancara, saya diminta untuk memperkenalkan diri secara singkat, nomor peserta, dan tujuan saya mendaftar program ini. Bagian berikutnya mengalir begitu saja dengan pertanyaan semacam apa yang pernah, sedang, dan ingin saya pelajari. Bagian berikutnya, pertanyaan lebih spesifik mengenai proposal riset. Saya berlatar belakang akuntansi, sensei berlatar belakang manajemen, dan topik yang saya ajukan sangat ekonomi. Jadi beberapa kali saya mengalami kegagapan menjawab beberapa pertanyaan yang belum saya kuasi betul.

Sometimes, accident did happen. Sekitar 13 menit wawancara berlangsung tiba-tiba laptop saya mengalami malfunction alias crashed alias ngadat sehingga koneksi terputus. Saya panik seketika berusaha menyalakang ulang laptop. Laptop sempat menyala 10 menit sampai dia hang  lagi untuk kedua kalinya. Saya semakin panik dan tidak punya ide apa-apa menghadapi wawancara yang nyaris gagal. Laptop teman saya pun tidak mendukung untuk melakukan video Skype. Saya paksa menggunakan laptop hingga ngadat ketiga kalinya. Beruntung ada seorang teman yang memiliki Iphone dengan program Skype di dalamnya. Seketika saya meminjam gawainya untuk meneruskan wawancara yang terputus. This is the last chance so I had to make it perfectly done!

Tidak semua bisa saya jawab, atau lebih tepat bisa saya jawab dengan baik. Tetapi pertanyaan terakhir mengenai apakah saya tetap ingin belajar disana jika tidak dinominasikan untuk beasiswa MEXT membuat saya menghela napas sejenak. This is the time to NEVER SAY NEVER.  Dengan singkat saya menjawab “Bagi saya yang penting adalah dapat bersekolah tentu saja akan sangat membantu jika saya mendapatkan beasiswanya. Tapi saya yakin ada banyak cara untuk itu”. Jawaban yang sangat retoris ya? Hehehe. Sampai wawancara berakhir dengan seribu permintaan maaf atas kejadian hari itu selesai, saya tidak pernah tahu apakah nama saya akan masuk daftar yang diterima.

Tahap 4 – Pengumuman

IMG_2748.jpgPengumuman itu seharusnya datang tanggal 13 Februari 2017. Tetapi di suatu Rabu pagi pukul 10 tanggal 8 Februari 2017, sebuah pemberitahuan dengan subyek [046: Kyoto University: Materials preparation for MEXT Scholarship] masuk ke email saya. Saya baca isinya dengan seksama untuk mencermati informasi yang baru diterima. Isi email itu kurang lebih mengumumkan bahwa meski belum resmi diumumkan, pihak fakultas sudah setuju untuk memilih saya sebagai salah satu kandidat mahasiswa diterima dan dinominasikan untuk MEXT. Email itu dikirimkan lebih dulu karena saya harus mengirimkan dokumen tambahan sesegera mungkin.

Alhamdulillah, sampai tahap ini saya dinyatakan lolos ujian masuk Graduate School of Economics Kyoto University. Ya, baru dinyatakan lolos ujian masuk saja sebab untuk dinyatakan diterima saya harus membayar biaya ujian masuk agar Letter of Acceptance, LoA, dapat diterbitkan. Saya dikecualikan dari tahapan ini karena telah dinominasikan untuk mendapat beasiswa Monbukagakusho (MEXT), beasiswa yang diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jepang. Untuk itu, saya harus menunggu pengumuman tambahan lagi apakah dokumen yang saya serahkan sebagai kelengkapan beasiswa diterima.

Pada email yang pertama kali saya terima sudah disebutkan bahwa pengumuman MEXT akan dilakukan pertengahan Juli. Itu artinya ada waktu sekitar lima bulan sampai ada pengumuman resmi yang menyatakan saya diterima di Graduate School of Economics dengan beasiswa MEXT. Masa-masa menunggu ini merupakan masa yang sangat membuat gegana, gelisah galau merana, hehehe. Apalagi saat sudah lewat tengah Juli namun belum juga ada notifikasi. Saya coba buka-buka forum beasiswa MEXT di internet juga belum ada titik cerah. Kemudian, saya mendapatkan email bahwa pengumuman MEXT diundur hingga akhir Juli. Wah, rasanya tidak bisa dibayangkan saat itu sebab harus menunggu lebih lama lagi.

Hari yang ditunggu-tunggu itu datan juga. Saat saya sedang ada tugas luar kota, di perjalanan HP saya berbunyi. Sebuah email dari Fakultas meneruskan informasi dari MEXT bahwa aplikasi beasiswa saya dinyatakan LOLOS. Akhirnya, penantian panjang selama setengah tahun terakhir ini memberikan hasil yang manis. I’d mark that day as one of the best day in my life! Jadi, kurang lebih begitulah perjalanan saya mendaftar program Master di Graduate School of Economics Universitas Kyoto, Jepang. Pada bagain berikutnya saya akan meceritakan mengenai beasiswa MEXT yang saya terima. Selalu dan selalu saya pegang kutipan terfavorit saya dari novel The Alchemist yang ditulis oleh Paulo Coelho yang berbunyi “When you realy want something, all the universe conspire in helping you to achieve it”.

 

Advertisements
Categories: Campur-Campur | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: