Nagoya Castle: Kastil Megah Lintas Zaman

IMG_3747

Video Nagoya Castle

Salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat pergi ke Nagoya, tentu saja adalah Nagoya Castle. Buka setiap hari mulai pukul sembilan pagi hingga setengah lima sore, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sebesar 500 yen saja atau setara enam puluh ribu rupiah. Setelah membeli tiket, pengunjung masuk melalui gerbang utama, Nishinomaru Enokida.

 

Dibangun pada zaman Edo sekitar awal abad ketujuh belas, kastil ini dulunya merupakan kastil utama yang menghubungkan dua jalur perdagangan, Tokaido dan Kansendo. Setelah memasuki gerbang utama, pengunjung melewati jalur hitsuji-saru di sisi barat laut kastil. Jika beruntung, di perjalanan ada pertunjukkan ninja yang bisa diajak foto bersama. Meskipun pernah direstorasi beberapa kali, bangunan yang terlihat hingga sekarang tetap mempertahankan penggunaan batu granit dan kayu sebagai material utama.

 

Sebelum memasuki honmaru, area utama kastil, pengunjung melewati omote ninomon yaitu gerbang depan kedua.  Tepat di gerbang ini, ada pohon kamelia yang mekar setiap musim semi tiba.  Bangunan utama yang menjadi landmark Nagoya Castle sendiri disebut donjon, yang dikelilingi oleh dinding bebatuan yang disusun meninggi.

 

Donjon terdiri dari tujuh lantai, lantai satu hingga lantai lima merupakan ruang pameran yang menampilkan barang-barang bersejarah serta diorama yang menceritakan proses pembangunan kastil. Pengunjung seperti sedang dibawa ke masa tiga ratus tahun yang lalu dengan melihat benda-benda antik seperti mata uang kuno, peti barang berhahrga, makanan khas istana, serta tandu kerajaan.  Satu hal yang paling menarik adalah figur kinsachi, hewan berkepala singa berbadan ikan.  Figur ini adalah lambang otoritas pemimpin saat itu.

 

Kastil yang berdiri saat ini pernah hancur karena gempa Mino-owari pada oktober 1891. Namun yang terparah adalah saat kastil ini dihancurkan saat perang dunia kedua tahun 1945. Oleh karena itu, salah satu hal yang ditampilkan di sini adalah proses restorasi serta miniatur bangunan asli sebelum hancur.

 

Masih di ruang pameran, ditampilkan pula baju zirah atau baju perang prajurit jepang zaman dulu dan senjata peperangan, persis seperti yang ada di film Jepang. Di dinding galeri, terpasang ilustrasi gubernur atau pemimpin pada masa itu, salah satunya adalah Tokugawa Leyasu, pencetus ide konstruksi kastil. Ada satu area khusus diorama situasi kastil di masa lalu, termasuk ruang kerja, perpustakaan, hingga dapur.

 

Puas menikmati galeri pameran, saya naik ke lantai tujuh yang merupakan lantai paling atas.  Lantai ini merupakan observation deck, yang memungkinkan pengunjung untuk melihat sekeliling kota Nagoya dari ketinggian. Ada beberapa teropong yang bisa digunakan dengan memasukkan koin seratus yen. Pemandangannya sangat indah,  apalagi saat itu saya datang saat hampir senja. Di lantai ini juga terdapat kios yang menjual cinderamata untuk oleh-oleh, harganya bervariasi dari yang murah hingga cukup mahal.

 

 

 

 

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: