Tokyo Disneyland (Bagian 1): Tips Berkunjung Bersama Anak Kecil dan Balita

IMG_2093

Cinderella Castle, Landmark Disneyland Tokyo (own pic)

Disney is every kids’ dream! Begitu juga saya yang waktu kecil selalu siap di depan TV pukul enam pagi hanya untuk menonton tayangan Club Disney di Indosiar yang dibawakan oleh Kak Citra. Hehehe. Setelah bermimpi bertahun-tahun, saya akhirnya berkesempatan main ke Tokyo Disneyland. Mungkin sudah banyak catatan perjalanan dan ulasan traveler yang datang ke tempat ini. Kali ini saya akan bercerita pengalaman merasakan serunya permainan Disneyland, khususnya bagi traveler yang bepergian bersama keluarga dan balita.

Disneyland Tokyo tidak benar-benar terletak di Tokyo melainkan di Kota Urayasu, Prefektur Chiba. Dari Tokyo Station dapat ditempuh kurang lebih 20 menit menggunakan kereta JR Keiyo Line. Memiliki  luas sekitar 46 hektar, tempat wisata ini dibagi menjadi beberapa bagian sesuai tema yang diusung. Ada Tommorrow Land, Toon Town, Fantasy Land, Adventure Land, Critter Land, Western Land, dan World Bazaar. Selengkpanya bisa dilhat pada pranala dan peta berikut.

https://www.tokyodisneyresort.jp/en/index.html

Seperti traveler yang sedang membaca tulisan ini, sebelum berangkat ke Disneyland saya juga menghabiskan banyak waktu untuk melihat ulasan, mengecek website resmi Disneyland, menonton vlog tips masuk ke Disneyland, dan lain-lain. Namun, itu semua tetap membuat saya tidak mudeng alias blank dengan banyak istilah, peta, dan wahana-wahana yang disajikan. Saya tekankan di awal bahwa saya harus realistis tidak akan bisa merasakan semua atraksi yang disediakan Disneyland. Oleh karena itu, saya buat jadwal ringkas atraksi apa aja yang ingin saya datangi. Sebelum itu, pahami dulu beberapa istilah untuk memudahkan mengatur jadwal selama di Disneyland.

Tips Tokyo Disneyland

Fastpass.Disneyland memang buka selama lebih dari 12 jam dari pukul 8 pagi hingga 10 malam tetapi durasi ini tetap tidak akan cukup untuk menikmati semua atraksi. Belum lagi antrian panjang yang bisa mencapai 90 menit! You will end up getting in line for the rest of your visit, unless you prepare it well. Saya juga tidak percaya ada peak season untuk kunjungan ke sini, sebab semua hari adalah hari yang ramai. Oleh karena itu, Disneyland menyediakan antrian Fastpass.

Sesuai Namanya, fastpass memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk antri lebih cepat lewat antrian khusus fastpass. Tidak semua wahana memiliki fastpass melainkan wahana-wahana yang paling terkenal dan difavoritkan oleh pengunjung. Fastpass ini bisa saja ditiadakan sewaktu-waktu, sesuka Disneyland. Just simply enqueue if there is no fastpass. Untuk mendapatkan fastpass ini, pengujung cukup datang ke booth fastpass yang terletak di masing-masing atraksi. Sebenarnya fastpass iadalah antrian tetapi bedanya pengunjung tahu jam berapa harus datang untuk mengantri. Sambil menunggu jatah antrian datang, pengunjung bisa mencoba wahan-wahana lain yang antriannya lebih manusiawi atau menikmati parade.

Setelah melakukan scan tiket masuk di mesin fastpass, mesin akan mengeluarkan secarik kertas (tiket) yang berisi pukul berapa harus kembali untuk mengantri di antrian fastpass. Jadi, silakan cek dulu ketersediaan jam sebelum mencetak fastpass agar tidak salah. Umumya, pengunjung diberikan waktu 60 menit untuk fastpass ini. Jika pada tiket tertulis pukul 10.00-11.00, maka pengunjung bisa datang lagi ke wahana itu sekitar pukul 10-11 untuk memotong antrian dan masuk ke atraksi lebih cepat. Untuk mendapatkan fastpass wahana lain, pengunjung harus menunggu dua jam terlebih dulu.

Wahana yang memiliki fastpass (bisa berubah sewaktu-waktu): Space Mountain, Buzz Lightyear, Pooh Hunny Hunt, Small World, Star Tours, dan Mosnter Inc.

Atas: Fastpass (Mickeyvisit.com)
Bawah: Ticket reserved seat lotere One Man’s Dream (Touring Plans)

Lottery.Negara Jepang ini suka sekali ya dengan sistem lotere atau undian. Semua hal diundi mulai dari rumah subsidi, daycare anak, tiket konser, hingga pertunjukkan Disneyland pun tak luput dari sistem undian. Di sini, ada beberapa atraksi dan pertunjukkan yang dapat dinikmati dengan tiket lotere. Tidak perlu khawatir jika tidak mendapatkan undian, pengunjung tetap bisa menyaksikan pertunjukkan hanya saja tidak dari tempat yang strategis (reserved seat) seperti pengunjung dengan tiket undian. Atraksi dengan sistem lotere antara lain: One Man’s Dream, Dreaming Up!, Celebrate Tokyo Disneyland, Let’s Party Grass, dan Brand New Dream Tokyo Disneyland.

Pengunjung dapat mengambil undian secara mandiri dengan cara melakukan scan tiket di Gedung lotere. Gedung ini terletak di Tommorrow Land yang berisi mesin-mesin pengundian. Penggunaan mesinnya sangat mudah karena dilengkapi dengan Bahasa Inggris. Setelah memilih jenis pertunjukkan apa yang diinginkan, scan tiket masuk, dan tekan tombol start. Jika beruntung, mesin akan mengeluarkan tiket tambahan sebagai bukti bahwa kita mendapatkan kursi (reserved) untuk menonton pertunjukkan. Setiap pengunjung hanya diberikan satu kali kesempatan pada setiap pertunjukkan.

Meskipun tempat ini didesain untuk segala usia terutama keluarga dengan anak kecil, membawa anak kecil main ke Disneyland ternyata sangat melelahkan dan penuh drama. Di saat saya sudah siap di depan pintu pertunjukkan setelah antrian panjang, tiba-tiba anak kebelet pipis. Jadilah harus ke toilet dulu dan kembali ke antrian dari belakang. Ada pula kejadian dimana anak saya takut ketika naik wahana karena ada diorama dinosaurus. Atau kejadian seperti anak lapar dan mengantuk sehingga keinginan orang tua untuk naik ini itu harus diredam. Sigh.

Saya tidak perlu menjelaskan apa saja isi wahana dan bagaimana cara menuju kesana karena dapat diakses langsung melalui Google. Tetapi, saya akan berbagi tips bagaimana saya dan keluarga merencanakan perjalanan ke Disneyland sehingga waktu yang dihabiskan lebih efisien dan efektif memilih wahana.

  1. Write a concise plan

Saya melalukan riset kecil atraksi yang ada di Disneyland melalui website resmi. Dari sini saya memperkirakan mana yang cocok untuk balita dan keluarga. Setelah mendapatkan daftar wahana yang diinginkan, saya membuat prioritas wahana mana yang harus dikunjungi lebih dulu. Tentu saya tidak memilih terlalu banyak wahana mempertimbangkan waktu antri, dan hal-hal terduga lainnya.

  1. Purchase the ticket in advance

Pembelian tiket bisa dilakukan online, lewat agen atau convenience store di Jepang, atau on the spot. Membeli tiket sebelum pergi akan memangkas waktu antrian masuk, walaupun di sana juga jarang sekali ada orang yang membeli tiket on the spot. Saya membeli secara online lewat website resmi Disneyland. Pastikan mencetak e-ticket yang sudah dikirimkan lewat email. Saya mencetak e-tiket yang salah sehingga saya harus mendapatkan bantuan staf untuk mencetak tiket.

  1. Prepare the dresscode

Hampir semua pengunjung mengenakan baju yang senada ditunjang dengan aksesoris khas Disney yang lucu-lucu. Pembelian kaos dan aksesoris di lokasi pasti memakan biaya yang banyak ya. Untuk mengatasi ini, saya membeli kaos bergambar Mickey Mouse di Uniqlo dengan harga yang lebih miring apalagi kalau ada diskon. Harga kaos di Uniqlo bisa dibanderol seperempat dari harga kaos yang dijual di merchandise Disneyland.

  1. Prioritize the Fastness

Mengingat waktu yang terbatas dan jeda dua jam setiap mengambil fastpass, saran saya adalah pilih atraksi fastpass yang paling diprioritaskan. Prioritas saya adalah Pooh’s Hunny Hunt. Fastpass pertama saya dijadwalkan pukul. 12.50-.13.50 dengan jeda mengambil fastpass lain setelah pukul 11.05 (saya ambil fastpass pukul 09.05). Jeda 09.05-12.50 saya gunakan untuk menonton pertunjukkan dan menaiki wahana lain. Lepas pukul 13 saya kembali ke Pooh’s Hunny Hunt dengan waktu antri kurang dari 15 menit.

  1. Try all of the lottery

Tidak ada salahnya mencoba semua lotere pertunjukkan yang disediakan meskipun pertunjukkan itu tidak ada di rencana. Awalnya saya hanya mau mengambil undian untuk Dreaming Up dan Celebrate Tokyo Disnyeland saja tetapi gagal semua. Jadilah saya coba semua undian dan sayangnya tetap gagal. Saya tetap bisa menikmati pertunjukkan-pertunjukkan itu sih walaupun tidak dari spot yang paling strategis. Saya malah mendapatkan kesempatan menonton One Man’s Dream yang keren banget walaupun tidak dapat antrian lotere.

  1. Go show on the lottery ticket performance

Lantas bagaimana kalau tidak dapat? Tidak perlu sedih kok, saya sendiri juga gagal di semua undian pertunjukkan yang ada. Beberapa pertunjukkan memberikan slot kursi bagi pengunjung yang ingin menonton langsung (go show). Catat jam pertunjukkan yang ingin ditonton dan datang 30 menit sebelum pertunjukkan dimulai. Staf akan memberikan kesempatan masuk pertunjukkan tanpa tiket lotere berdasarkan sistem first-come-first-served basis. Yang artinya, siapa yang datang duluan akan mendapatkan kursi untuk menonton hingga semua bangku terpenuhi.

  1. Bring your own food and snacks

Tidak seperti pengalaman saya ke Universal Studio Singapore, pengunjung Disneyland diperkenankan membawa makanan dari luar. Ini tidak wajib sih, tapi bagi saya ini jadi sebuah keharusan. Membawa makanan ini penting karena sewaktu-waktu anak saya suka sekali minta makan. Ada banyak sekali sih stand makanan di sini tapi tidak semuanya bisa dikonsumsi oleh muslim kan?

  1. Prepare some spare clothes

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun saya sarankan membawa baju cadangan jaga-jaga pakaian basah atau kotor. Anak saya ganti tiga kali karena ada satu parade musim panas dimana para tokoh akan melakukan parade sambal menyemprotkan air sebanyak-banyaknya (Samsui Parade). Nggak mau kan badan terlalu lengket karena pakaian berkeringat apalagi saya ke sana saat musim panas.

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: