Tokyo Disneyland (Bagian 2): Ulasan Wahana dan Pertunjukkan

Clockwise: Toon Town House, Samsun Parade, Kapal Mark Twain dilihat dari Jungle Railways, dan Pooh’s Hunny Hunt

Saya dan keluarga tiba di stasiun JR Maihama (stasiun terdekat dengan Disneyland) sekitar pukul 8.15. Setelah proses menitipkan koper di loker dekat dengan pintu masuk, mengurus tiket, dan sebagainya, kami langsung disambut oleh Goofy dan kawan-kawan. Saya perhatikan jadwal yang sudah disusun dan mulai mengeksekusi rencana. Dari itinerary yang dibuat, hampir 90% terlaksana dengan baik atau bahkan lebih. Hanya atraksi Monter Inc. yang gagal kami datangi, tetapi sebagai gantinya kami bisa menonton One Man’s Dream yang tidak dijadwalkan. Saya sendiri juga sempat menaiki wahana Space Mountain dan Star Wars sendirian karena istri dan anak tidak mungkin ikut.

Jam 9.05 kami langsung ambil fastpass untuk Pooh’s Hunny Hunt dan mendapatkan jadwal antri pukul 12.50-13.50. Sambil menunggu jadwal ambil fastpass berikutnya, yaitu Buzz Lightyear, kami mencoba beberapa wahana. Wahana yang kami coba antara lain Dumbo The Flying Elephant dan pertunjukkan Micket One Phillar’s Magic. Pertunjukan 4D+ ini membawa penonton bernostalgia dengan lagu-lagu ikonik Disney seperti Be Our Guest (Beauty and The Beast), Part of Your World (Little Mermaid), dan When You Wish Upon a Star (Pinochio). Efek 4D+ yang dimaksud adalah tambahan aroma kue seperti yang ada di layar (sumpah ini bau kuenya harum banget seperti nyata), dan semprotan air.

 

Setelah mengambil fastpass Buzz Lihgtyear pukul 11.05, anak kami mulai merengek minta makan (sigh). Sebagai gantinya, kami beristiahat di Toon Town, lokasi rumah karakter Disney Toon. Memang sih, anak-anak balita lebih cocok main di sini karena desainnya yang lucu. Anak kami nyeletuk, “Aku Sukanya disini aja karena ada mainan kuda-kudaan. Aku ngga suka Disneyland”. Berikutnya, kami menuju taman utama depan Cinderalla Castle untuk pertunjukkan Samsui Festival. Parade ini hanya ada saat musim panas dengan tiga kali jam pertunjukkan. Para tokoh Disney dan penari-penari melakukan parade sambil menyemprotkan air kepada pengunjung. Wah, semua pengunjung yang menonton parade ini benar-benar basah kuyup. Lumayan seru juga untuk meredam panasnya Disneyland.

Jam masih menunjukkan kurang dari pukul 1 siang sehingga kami memutuskan untuk menuju area Adventure Land. Di sini, ada beberapa yang ramai sekali tetapi antrian berjalan dengan cepat. Wahana yang kami naiki pertama kali ada Western Train yang memiliki rute mengelilingi Western Land, Critter Country, dan Adventure Land. Kami tidak menduga lintasannya bisa ditempuh selama hampir dua puluh menit melintasi bermacam-macam diorama. Berikutnya, kami naik Jungle Cruise dimana kami naik sebuah kapal motor melintasi sungai buatan seolah-olah sedang di tengah hutan amazon.

Jam sudah menunjukkan waktu yang pas untuk kembali ke Fantasy Land. Di antrian fastpass, kami cukup mengantri kurang dari 10 menit untuk merasakan serunya Pooh’s Hunny Hunt. Kami dibawa naik cawan madu milih Pooh dan ikut bertualang Bersama Pooh mencari madu. Menurut saya ini adalah wahana yang paling seru untuk anak-anak dan orang tua. Cawan yang kami naiki bergerak maju, mundur, dan memutar, disertai efek angin dan aroma madu yang wangi sekali. Kami tidak menyesal memilih fastpass pertama untuk waha ini.

Selepas atraksi ini ternyata sudah waktunya antri untuk Buzz Lightyear. Beruntungnya punya fastpass, lagi-lagi kami hanya butuh antrian kilat. Sensai naik kapan Buzz Lightyear yang dilengkapi dengan pistol laser. Penumpang diberikan permainan untuk melakukan baku tembak dengan musuh bebuyutan Buzz yaitu Evil Emperor Zurg. Setiap sasaran yang berhasil dikenai laser, skor akan ditampilkan di layer. Wahana yang masih kids friendly dan juga tidak membuat orang tua merasa canggung.

Clockwise: It’s Small World, Ruangan Sholat, Dreaming up!

Dari Buzz Light Year, tujuan berikutnya adalah It’s Small World. Di website tertulis bahwa wanana ini memiliki fastpass namun sedang ditiadakan saat kami kesana. Kami tidak perlu mengambil fastpass untuk masuk ke wahana. Setelah antri kurang lebih dua puluh menit, kami naik perahu yang mengelilingi Gedung penuh dengan boneka. Wahana yang sangat cocok untuk anak-anak karena santai, warna-warni, dan musiknnya bagus. Sepanjang perjalanan, lagu It-S Small World (Disney) diputar dalam berbagai bahasa sesuai dengan sector yang sedang dilewati.

Hari semakin sore, saya menuju gedung informasi di Main Street House untuk menanyakan dimana bisa melaksakan sholat ashar. Ada satu ruangan tamu yang cukup luas di Gedung yang dijadikan tempat sholat bagi pengunjung muslim.  Lokasi Main Street House berada di deket pintu keluar. Sebelum masuk ke area World Bazaar, lokasinya tepat disebelah kiri gapura masuk World Bazaar.

Hampir semua wahana yang dijadwalkan sudah terlaksana sesuai jadwal. Kami sedikit lebih santai menunggu jadwal pertunjukan parade dan atraksi yang tidak membutuhkan waktu antri. Pukul 16.45 pertunjukkan parade Dreaming Up dimulai. Parade tokoh-tokoh Disney kembali berkeliling sepanjang jalur parade. Diiringi lagu yang Disney banget, parade ini cocok sekali untuk semua usia sambal beristirahat sejenak. Jika tidak mendapatkan tiket lotere, tinggal cara tempat duduk dimana saja.

Sesaat setelah parade selesai, kami langsung menuju antrian pertunjukkn One Man’s Dream. Ada beberapa jadwal pertunjukkan yang bisa dipilih dengan tiket lotere kursi. Karena tidak memiliki tiket lotere, saya langsung saja mengantri di jalur tanpa tiket hanya untuk beberapa orang saja. Sebenarnya pertunjukkan ini tidak ada di jadwal, tetapi saya penasaran mengapa atraksi ini butuh lotere. Dan ternyata pertunjukkannya memang bagus! One Man’s Dream seperti drama musical yang menampilkan cuplikan film popular Disney. Pertunjukkan ini pertama kali ditampilkan 30 tahun yang lalu pada ulang tahun Disneyland ke-5 dan terus berkembang sampai sekeren ini.

Energi istri dan anak saya sudah benar-benar habis. Anak lapar lagi dan minta makan. Di sini, kami bagi tugas. Istri saya membeli Turkey’s Leg (Paha Ayam Kalkun) yang tersohor di area Western Land, sedangkan saya antri wahana lain hehehe. Mumpung lagi sendirian, saya mencoba dua wahana sekaligus: Space Mountain dan Star Tours. Di wahana pertama saya antri 60 menit sebelum diguncang di atas roller coaster indoor yang ekstrim sekali karena ruangan 90 persen gelap. Semacam saya sedang naik roket menunju galaksi. Di Star Tours saya cukup antri lebih dari 10 menit saja, mungkin karena sudah agak malam jadi lebih sepi. Wahana ini berbentuk space craft seolah-olah penumpang sedang di setting film Starwars. Efek 4Dnya sudah tidak perlu diragukan lagi tentunya. Oya, kedua wahana ini memiliki fastpass (tetapi saya antri go-show) dan tidak cocok untuk balita ya.

Sambil mengantri Space Mountain, saya menelepon istri untuk langsung mencari lokasi strategis di depan patung Mickey mouse, tepat di tengah menghadap Cinderalla Castle. Meskipun parade Tokyo Electrical Dream Lights baru akan dimulai pukul 19.30, mendapatkan tempat lebih awal adalah keharusan.Kata istri saya yang datang pukul 19.00, banyak tempat sudah remain dan penuh. Untung masih ada sedikit space tepat di tengah-tengah menghadap kastil.

Tokyo Disneyland Dream Lights Parade

Parade Tokyo Electrical Dream Lights menyuguhkan penampilan konvoi tokoh Disney yang lebih eye catchy dengan lampu eletrikal. Hampir semua Princess Disnet keluar di parade kali ini. Kunjungan kami ke Disneyland ditutup dengan pertunjukkan Let’s Celebrate Tokyo Disneyland pukul 20.40. Kami tidak pindah tempat selepas parade Electrical tadi sebab posisi duduk kami sudah sangat strategis. Kami duduk di area yang tidak membutuhkan tiket lotere. Pertunjukkan yang berlangsung selama 20 menit ini benar-benar keren. Sorot laser dipadukan dengan project mappig yang menyorot dinding kastil sebagai layar. Musik latar belakang yang familiar dengan cuplikan segemn film-film Disneyland dan sesekali kembang api yang diluncurkan. It really made our dream came true!

Yaa, Disneyland memang tempat yang cocok menjadi salah satu destinasi liburan Bersama keluarga dan anak-anak. Anak-anak senang tetapi orang tuanya lebih senang. Memori menonton kartun Disney atau baca komik strip Mickey Mouse rasanya menjadi nyata. Sama seperti yang dikatakan oleh Walt Disney, “All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them.”

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: