Singapura

Jalan-Jalan ke Singapura Hari ke-3: Universal Studio Singapore

Ada beberapa teman yang harus pulang pada hari ketiga, Saya sebagai ketua rombongan mengantarkan teman-teman ke Changi Airport. Pesawat mereka akan terbang jam 11.25 jadi paling tidak jam 9 kami sudah sampai di bandara. Penting sekali untuk tiba di bandara dua  jam sebelum keberangkatan, selain mengalokasikan waktu yang cukup untuk cek in, datang lebih awal juga menghindarkan dari ketinggalan pesawat. Pernah ada seorang teman yang ketinggalan pesawat dari Singapura ke Surabaya karena cek in satu jam sebelum berangkat tidak diperbolehkan. Nah, kalau sudah begini tentu akan ada tambahan biaya lagi yang menguras kantong ya.

Kebetulan jam 9 pagi Saya juga ada janji di MRT Changi dengan Ko Budi, warga Indonesia yang tinggal di Singapura. Saya membeli tiket masuk Universal Studio Singapore dari dia dengan harga yang lebih murah. Kalau kita beli langsung di loket USS, harga tiketnya SGD 74, tapi dari Ko Budi Saya mendapat harga SGD 65 saja. Selain tiket USS, Ko Budi ini juga menjual berbagai macam tiket atraksi dengan harga yang lebih murah dari harga normalnya. Jika ingin masuk USS dan atraksi lainnya silakan saja langsung kontak dia melaui facebook disini.

Changi Aiport Terminal 3

Tiket USS sudah ditangan, Saya segera kembali  ke hostel menjemput teman yang lain dan berangkat ke USS bersama-sama. Agar tidak lapar ketika main-main di USS, sebelum berangkat kami membeli makanan di  Unlce Wahyu lagi. Kali ini pilihan kami jatuh pada nasi ayam penyet seharga SGD 5. Kami minta nasinya dibungkus saja karena masih kenyang, rencananya nasi akan kami makan ketika sudah tiba di USS. Alasan kami bawa bekal sederhana saja, karena sepertinya beli makanan di USS mahal-mahal. Untuk mengehemat pengeluaran tidak ada salahnya kan bawa bekal.

Nasi Ayam Penyet SGD 5 di Uncle Wahyu

Nasi Ayam Penyet SGD 5 di Uncle Wahyu

Ada 2 jalur MRT yang menuju ke Sentosa yaitu jalur Circle Line (oranye) dan North South (ungu). Keduanya berhenti di MRT Harbour Front. MRT Harbour Front terletak di bawah Vivo City, pusat perbelanjaaan yang lokasinya berseberangan dengan Pulau Sentosa. Ada beberapa cara menuju Sentosa dari Vivo City. Yang pertama dengan naik monorel Sentosa yang stasiunnya terletak di L3 Vivocity. Seperti sudah Saya ceritakan bahwa untuk naik monorel dan masuk Sentosa kita dikenakan biaya sebesar SGD 4.

Monorel Sentosa (sumber: websire sentsosa island)

Monorel Sentosa (sumber: websire sentsosa island)

Alternatif lainnya untuk sampai ke Sentosa dari Vivo adalah melewati Sentosa Broadwalk yang bisa diakses dari L1 Vivo City, keluar dari MRT Harbour Front cari penunjuk arah menuju ke Broadwalk. Seperti namanya, broadwalk merupakan jembatan yang menghubungkan pulau Singapura dengan Sentosa, dari ujung ke ujung pengunjung berjalan kaki diatas selat sambil menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi. Tidak perlu khawatir lelah berjalan di jembatan sepanjang hampir 1 km ini sebab disepanjang jembatan ada beberapa travelator yang sangat membantu pejalan kaki. Kali ini Saya mencoba melewati broadwalk dan hanya dikenakan biaya SGD 1 saja untuk masuk ke Sentosa. Walaupun terkesan lebih lama waktu tempuh ke Sentosa, berjalan di atas broadwalk ini tidak kalah serunya dengan naik monorel Sentosa.

Broadwalk Sentosa

Broadwalk Sentosa

USS buka dari jam 10 pagi sampai 7 malam pada hari biasa dan sampai jam 8 malam saat akhir pekan atau hari libur. Di pintu masuk USS memang tertulis tidak boleh membawa makan dari luar, namun jika jumlahnya masih wajar untuk dikonsumsi sendiri tidak perlu takut makanannya akan disita oleh petugas. Tiket USS hanya berupa kertas kecil biasa dengan cetakan barcode disalah satu sisinya. Keuntungan membeli dari luar yaitu tidak perlu mengantri di loket USS sebab pada hari-hari tertentu antrian akan sangat panjang. Tips dari Saya, cobalah masuk USS sepagi mungkin kalau bisa sudah siap di depan gerbang USS sebelum jam 10. Jadi ketika gerbang dibuka segera bisa menikmati wahana-wahana seru di USS.

Gerbang Universal Studio Singapore

Gerbang Universal Studio Singapore

USS terbagi menjadi tujuh zona yaitu New York, Hollywood, Sci-Fi City, Far Far Away, Ancient Egypt, dan Lost World. Setiap zona memiliki wahana permainan seru yang harus dicoba. Bagi Saya yang paling menarik sekaligus menantang adalah Transformer Ride di zona Sci-Fi City. Transformer menawarkan sensasi dimana kita menjadi salah autobot yang harus melawan decepticon. Sekitar 10-15 menit kita dibawa naik turun dengan coaster dan layar 4D yang super canggih. Perlu diketahui bahwa wahana ini memang merupakan salah satu wahana favorit pengunjung USS. Worth dying for queuing almost an hour. Selain Transformer Ride masih ada wahana galaktika, roller coaster yang menjadi salah satu ikon di USS. Ada dua macam coaster yaitu werah dan biru. Sayangnya, pada saat berkunjug ke sana wahana galaktika sedang dalam masa perbaikan yang kabarnya hingga pertengahan tahun 2014. Padahal kalau sempat naik wahana ini tentu akan menjadi pengalaman yang pasti mendebarkan.

Pose di depan Sci-Fi City - New York - Galaktika

Pose di depan Sci-Fi City – New York – Galaktika

Selain Transformer Ride beberapa wahana yang juga harus dicoba adalah  wahana Revenge of The Mummy. Wahana ini bercerita tentang kisah Mummy Return dimana kita harus mengambil sebuah buku yang diambil oleh mumi. Hampir sama seperti Transformer Ride, permainan ini merupakan high speed indoor roller coaster yang membawa kita ke dunia yang sama sekali gelap. Permainan ini tidak disarankan bagi mereka yang mempunyai sakit jantung atau penyakit akut lainnya. Di zona New York ada wahana “Light, Camera, Action” yang dirancang langsung oleh sutradara kawakan Hollywood, Steven Spielberg. Kita diajak melihat cara pembuatan efek-efek dahsyat yang sering ditampikan di film Hollywood; angin kencang, badai, api, atau hujan petir semuanya terasa nyata.

Salah satu sudut di New York Zone yang berasa di Brooklyn

Salah satu sudut di New York Zone yang membuat kita serasa di Brooklyn

Saya akan berikan beberapa tips lain yang mungkin bisa berguna saat mengunjungi USS:

  1. Datanglah sepagi mungkin saat gerbang USS baru dibuka jam 10 pagi. Usahakan datang sudah dalam kondisi sarapan dan untuk sedikit berhemat tidak ada salahnya untuk membawa bekal makan siang.
  2. Saat masuk gerbang langsung ambil peta lokasi zona-zona di USS. Hal ini penting untuk memandu lokasi mana yang ingin kita kunjungi terlebih dahulu.
  3. Langsunglah menuju wahana yang paling banyak peminatnya seperti Transformer Ride dan Return of Mummy, biasanya semakin siang antrian akan semakin panjang. Antrian di beberapa wahana bisa mencapai satu jam lebih, oleh karena itu pastikan perut sudah terisi saat akan mengantri permainan.
  4. Membawa tumbler atau tempat minum akan sangat membantu saat berkeliling USS sebab disana terdapat beberapa water tap yang tersebar di beberapa lokasi yang strategis.
  5. Seringlah lihat beberapa pengumuman pertunjukkan yang sedang berlangsung, ini akan berguna untuk mengetahui kapan figur-figur USS (seperti Kungfu Panda, Sesame Street, Mummy, dll) muncul. Jika melewati pertunjukkan segerakan mengantri ikut foto sebab biasanya mereka hanya muncul sehari sekali.
  6. Memakai alas kaki yang  nyaman baik itu sepatu atau sandal. Jika menggunakan sepatu maka harus sedikit repot saat naik wahana Lost World (permainan yang mirip arung jeram di Dufan) karena akan sedikit basah-basahan. Saat mengantri permaian ini ada vending machine  yang menjual ponco. Cobalah menengok ke pintu keluar Lost World untuk mengambil ponco bekas yang banyak diletakkan orang-orang disana.
  7. Jika berkesempatan berkunjung ke USS pada saat akhir pekan, kita bisa menyaksikan pertunjukkan parade penghuni USS setiap pukul 17.30 dan kembang api pada saat USS akan ditutup.
  8. Bagi yang tidak suka mengantri, bisa membeli tiket USS express yang harganya tentu lebih mahal. Dengan tiket ini kita berkesempatan untuk mencoba semua wahana tanpa perlu mengantri sebab ada antrian khusus. Satu orang hanya boleh mencoba satu kali setiap wahana, jika ingin mencoba kembali kita harus mengantri seperti biasa.
  9. Di beberapa wahana ada antrian khusus untuk ”single rider”. Antrian ini akan berguna untuk mereka yang pergi sendiri atau  berdua karena biasanya petugas akan “menyisipkan” kita jika ada bangku yang masih kosong.
Lake Spectacular di USS (source: http://www.rwsentosa.com)

Lake Spectacular di USS (source: http://www.rwsentosa.com)

Saya menghabiskan waktu hampir 9 jam di dalam USS hingga tutup pukul 7 malam. Sebelum pulang Saya menyempatkan untuk beli popcorn yang super lezat di Gareth Popcorn yang juga cocok dijadikan oleh-oleh. Pada saat akan kembali ke Vivo naik monorel ternyata antrian sangat panjang karena orang-orang pulang dalam waktu yang bersamaan, jadilah mengantri hampir 30 menit dibawa halte waterfront. Overall, kegiatan seharian di USS ini sangat menyenangkan dengan harga tiket yang menurut Saya memang sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan. Kami langsung menuju MRT Harbour Front menuju Hotel turun di Little India bersiap-siap untuk pulang keesokan harinya.

Budget hari ke-3

Budget hari ke-3

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 28 Comments

Jalan-Jalan Ke Singapura Hari ke-2

Rasanya malam berlau begitu cepat, pegal-pegal di kaki masih terasa saat bangun tidur keesokan paginya. Setelah mandi dan beres-beres kasur kami segera sarapan di pantry hostel di lantai bawah. Di Footprints hostel, sarapan disediakan mulai jam 07.30 sampai jam 11.30 setiap harinya. Selain kamar mandi yang bersih dan shower yang sangat kencang, sarapan hostel ini adalah nilai tambah lainnya. Di pantry sudah tersedia sereal beserta susu cair kemasan, roti tawar dengan aneka pilihan selai, serta minuman teh dan kopi. Jangan lupa untuk mencuci sendiri peralatan makan yang digunakan karena di kebanyakan hostel, termasuk di sini, kita harus melakukan beberapa hal secara self service.

Footprints: Kamar dormitory - ruangan lobi - resepsionis - menu sarapan

Footprints: Kamar dormitory – ruangan lobi – resepsionis – menu sarapan

Selesai sarapan kami bergegas untuk melanjutkan jalan-jalan kami di hari kedua. Tujuan pertama hari ini adalah Chinesse Garden yang terletak di sisi barat Singapura di daerah Jurong. Kami menuju stasiun MRT Little India sembari menikmati suasana pagi hari beraroma rempah-rempah khas India yang sangat menyengat. Penjual bunga-bunga untuk puja juga sudah mulai menggelar dagangannya. Kami  berjalan menyusuri Buffalo Road di belakang Tekka Center hingga menemukan sebuah bangunan bercat warna-warni khas India yang unik. Kami menyempatkan untuk foto-foto di dinding bangunan yang merupakan balai pengobatan ini. Setelah melijat hasil fotonya Saya baru sadar bahwa tempat ini pernah digunakan setting foto Asia’s Next Top Model.

Berpose ala Asia's Next Top Model :p

Berpose ala Asia’s Next Top Model :p

Chinese Garden bisa ditempuh dengan naik MRT jalur hijau tapi karena kami naik MRT jalur ungu dari Little India, kami harus pindah jalur di stasiun Outram Park kemudian naik MRT jalur hijau  tujuan Joo Koon. Perjalanan dari Little India hingga ke Chinese Garden membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya di stasiun MRT Chinesse Garden kita langsung disambut dengan hamparan rumput hijau dan jalan setapak yang menuju ke pintu masuk taman. Tidak ada biaya untuk masuk ke taman yang terbagi menjadi dua bagian: Chinesse Garden dan Japanesse Garden.

Ketika sampai di pintu masuknya kami disambut Pagoda setinggi 8 lantai. Di sini terdapat beberapa taman-taman lainnya yang sangat menarik dijadikan objek foto. Selain dua taman yang tadi Saya sebutkan masih banyak taman-taman lain seperti taman-taman dengan patung tokoh-tokoh Cina, Twin Pagoda, Turtle lake, dan beberapa tempat lainnya. Warna hijau dan penataan taman yang rapi membuat banyak orang tertarik untuk foto pre wedding di sini. Waktu itu sekitar jam 10 siang tapi cuaca sangat  panas. Saran Saya jika ingin berfoto-foto hingga puas datanglah lebih pagi dan jangan lupa membawa payung.

Chinese Garden : Twin Pagoda - Pagoda Utama

Chinese Garden : Twin Pagoda – Pagoda Utama

Perjalanan kami lanjutkan ke Sentosa Island naik MRT jalur hijau ke arah sebaliknya dan transit lagi di Outram Park untuk mengambil jalur ungu yang mengarah ke Vivo City. Dari vivo city kami langsung naik ke L3 menuju stasiun monorail Sentosa. Pada saat tulisan ini dibuat harga tiket masuk ke Sentosa Island menjadi SGD 4 dibandingkan tahun lalu Saya kesana hanya SGD 3 (mungkin tahun depan SGD 5). Ez-link yang kita miliki bisa digunakan untuk masuk dan naik monorel Sentosa, penggunaannya pun sama tinggal di tap ke mesin entry. Bagi yang tidak memiliki Ez-link tetap bisa masuk dengan membeli karcis monorel di konter depan pintu masuk.  Kami turun di stasiun Waterfront, pintu masuk ke beberapa lokasi seperti Universal Studio, SEA Marine, dan kasino. Kami tidak masuk ke USS karena memang niat kami hanya berfoto di depan globe Universal yang terkenal itu. Kami sempat membeli es krim di Candylicious seharga SGD 10 , baru kali ini Saya makan es krim 4 rasa dalam satu cone yang jika dirupiahkan menjadi Rp 93.000. Untung es krimnya enak jadi Saya relakan saja uang Saya berpindah ke mesin  kasirnya.

Masih di Sentosa, kami menuju ke Imbiah dengan berjalan kaki melewati deretan hotel-hotel mewah di Sentosa. Di Imbiah yang bisa dilihat adalah tulisan SENTOSA warna-warni dengan latar patung Merlion setinggi 30 meter yang merupakan patung Merlion tertinggi di Singapura. Di bawah patung tersebut adalah museum asal usul Negara Singapura dan berbagai mitos tentang singa berkepala ikan ini. Bagi yang ingin naik ke mulut singa juga bisa dengan membayar admission fee terlebih dulu tentunya. Kami menyempatkan diri untuk “ngemper” dulu di bawah kanopi karena lumayan capek. Sebenarnya masih ada satu stasiun lagi di Sentosa yaitu Beach Station yang menuju Palawan dan Siloso Beach tapi karena  cuaca yang panas kami tidak melanjutkan perjalanan ke sana.

Resort World Sentosa (courtesy : http://www.wisatasingapura.web.id)

Resort World Sentosa (courtesy : http://www.wisatasingapura.web.id)

Setelah energi sedikit pulih kami kembali keVivo City naik monorel tanpa perlu membayar lagi sebab harga SGD 4 yang kita bayarkan di awal adalah untuk pulang pergi ke Sentosa. Perut sudah mulai lapar ketika sampai di Vivo, kami sempat meliihat-melihat (harga) makanan di Food Republic Vivo. Di pujasera ini tersedia berbagai jenis makanan dengan harga mulai SGD 5. Alih-alih mengirit pengeluaran, kami malah memutuskan untuk menahan lapar sampai di hostel agar kami bisa makan di Uncle Wahyu lagi.

Kami segera menuju ke basement Vivo naik MRT jalur ungu menuju destinasi kami berikutnya, Chinatown. Nah, disinilah bisa mendapatkan pernak-pernik khas Singapura dengan harga yang sangat miring. Promosi yang ditawarkan mulai hiasan 3 for 10 (3 barang seharga SGD 10) hingga gantungan kunci yang paling murah 36 for 10 (36 buah gantungan kunci seharga SGD 10). Murah sekali bukan? Tidak perlu terburu-buru membeli barang-barang tersebut. Telusuri saja dulu semua kios di sini agar bisa mengetahui kios mana yang harganya paling murah. Bagi penggemar tokoh detektif Tin Tin silakan langsung menuju Tin Tin Shop yang kiosnya tidak jauh dari exit A MRT Chinatown. Harus teliti melihat ke kiri karena toko ini tertutup tenda kios lainnya. Jadi, best buy di Chinatown ini memang gantungan kunci seharga SGD 10 untuk 36 buah.

Chinatown di malam hari

Chinatown di malam hari

Puas berbelanja kami kemudian kembali ke hostel untuk meletakkan barang-barang yang sudah terbeli dan segera menuju ke Uncle Wahyu memesan sepiring nasi lemak. Entah karena kami yang sangat lapar atau nasi lemak ini yang enak sekali, nafsu makan kita benar-benar seperti orang tidak makan seharian (tapi memang iya). Hari masih sore dan sangat cerah saat kami selesai makan. Saatnya menghabiskan uang lagi di Bugis Street!

Bugis street merupakan tempat belanja oleh-oleh khas Singapura, hampir sama seperti Chinatown, tapi dengan harga yang sedikit lebih mahal. Sebenarnya tidak  hanya oleh-oleh saja, karena dilantai 2 dan 3 Bugis Street  menjual baju-baju dan item fashion ala Korea yang lucu-lucu. Baju baju yang dijual disini mulai harga SGD 5 dan seterusnya. Tempat ini cocok bagi mereka yang suka berdandan seperti bintang drama korea atau ala boyband dan girlband  yang menjadi tren sekarang ini. kami menghabiskan waktu hingga hampir malam hari disini karena memang sudah tidak ada tujuan lainnya lagi. Beberapa orang teman harus kembali esok hari sehingga mereka memulai packing.

Pengeluaran hari ke-2

Pengeluaran hari ke-2

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , | 4 Comments

Jalan-Jalan ke Singapura Hari ke-1

Salam jumpa lagi di blog Saya yang kali ini akan mengulas perjalanan ke Singapura pada tanggal 2-5 Oktober 2013. Beberapa hal di tulisan ini bisa menjadi versi up-to-date dari tulisan saya tentang Singapura sebelumnya.

Pesawat Tiger Air (Mandala) yang Saya tumpangi berangkat pukul 07.25 dari Juanda Surabaya menuju Changi Airport di Singapura. Pesawat tiba di Singapura tepat pukul 10.25 mendarat di Terminal 2 yang merupakan terminal untuk pesawat middle class (entah kenapa Tiger tidak mendarat di Terminal 1 untuk pesawat Low Cost Carrier seperti Air Asia).Setelah menyelesaikan urusan imigrasi (dan foto-foto) Saya bersama 5 orang teman lain segera ke arrival hall dan menuju ke stasiun MRT yang terletak di terminal yang sama. Sebagian teman yang hanya menginap tiga hari membeli EZ-Link dan mengisi kartunya sebesar SGD 10. Harga EZ-Link sebesar SGD 12 yang terdiri dari SGD 5 untuk kartu (non-refundable) dan SGD 7 untuk isi kartu. Sehingga nilai kartu menjadi SGD 17 setelah di-top up.

clockwise: Juanda - Changi Airport - Inside Changi Airport

clockwise: Juanda – Changi Airport – Inside Changi Airport

Saya memilih untuk menginap di Footprints Hostel yang terletak didaerah Little India berada ditengah antara stasiun MRT Bugis dan Little India. Hal ini tentunya sangat memudahkan mobilisasi selama di Singapura. Harga permalam untuk 10 bed mixed dorm sebesar SGD 22 (weekday) dan SGD 24 (weekend). Info lengkap mengenai hostel ini silakan klik di http://www.footprintshostel.com.sg/

Tujuan pertama kami adalah Orchard untuk makan siang. Berangkat pukul 3 pagi dari Malang rupanya membuat kami kelaparan sebab tidak sempat sarapan (nasi). Namun belum sampai ke MRT Bugis menuju Orchard kita memutuskan untuk makan diwarung Uncle Wahyu (lokasinya tepat di belakang hostel) yang menyediakan berbagai makanan khas Indonesia. Si pemilik warung ternyata memang orang Indonesia yang sudah menetap di Singapura selama 10 tahun. Warung ini menyediakan makanan yang sangat Jawa seperti ayam penyet, soto mi, tetapi dikombinasikan dengan masakan melayu lainnya. Tanpa pikir dua kali kami langsung saja memesan Nasi Lemak yang super lezat dengan harga yang sangat murah SGD 3.

20131002_131524

Nasi lemak warna hijau super enak dan murah hanya SGD 3.

Di kawasan Orchard sebenarnya tidak ada yang kami tuju selain papan jalan “Orchard” yang terkenal itu. Katanya sih belum ke Singapura kalau belum berfoto di bawah plang tersebut. Orchard ini memang surga belanja bagi mereka yang membawa banyak uang, beragam merk internasional seperti Dior, Channel, Louis Vitton, dan lainnya. Sepanjang jalan Orchard berjejer pusat perbelanjaan mewah seperti ION Orchard, Nge-Ann City, dan Lucky Plaza. Nah di Lucky Plaza inilah banyak kios penjual cinderamata, parfum, kaos-kaos, dan foodcourt. Saya sarankan untuk makan di resto Ayam Penyet Ria yang terletak di lantai 4 Lucky Plaza yang menyediakan makanan halal dengan harga yang terjangkau.  Kami juga sempat mampir ke Kinokuniya Book Store yang berada didalam Nge Ann City. Buat yang suka baca buku-buku berbahasa asing,  Kinokuniya adalah tempat yang sangat cocok.

Orchard Road

Orchard Road

Dari Orchard kita berpindah ke National Museum of Singapore yang berlokasi di area Dhobby Ghaut. Kami kembali ke stasiun Orchard yang terletak di basement ION Orchard mengambil MRT jalur merah menuju ke MRT Dhobby Ghaut. Setelah sempat berputar-putar sana sini mencari lokasinya akhirnya kami menemukan museum ini walaupun harus masuk lewat pintu belakang. Pada saat kembali dari museum kami baru sadar bahwa lokasinya tidak jauh dari MRT Dhobby Ghaut. Seharusnya kami cukup menyusuri jalan di depan stasiun dan menyebrang taman. *sigh*

National Museum of Singapore

National Museum of Singapore (source: Wikipedia)

Menjelang pukul 5 sore kami bergegas menuju ke CBD dan Merlion naik MRT jalur merah menuju MRT Raffles Palace. Di stasiun Raffles Palace jika tujuannya adalah Merlion  maka pilihlah exit A kemudian cari tulisan Battery Road yang letaknya di belakang Fullerton Hotel. Kami melewati Battery Road dulu ke sungai Singapura dimana di lokasi ini terdapat beberapa objek menarik seperti Cavenagh Bridge, Asian Civilization Museum, Raffles Landing Site, dan masih banyak yang lainnya. Cuaca masih cukup terik dan panas saat kami menyusuri sungai yang bermuara di Teluk Marina ini. Jangan lewatkan untuk menikmati sepotong es krim roti yang banyak dijajakan disekitar lokasi, orang-orang biasanya menyebutnya “Uncle Ice Cream”. Harganya pun murah hanya SGD 1 kami menikmati romantisnya sore hari di tepian sungai sambil merasakan dinginnya es krim yang langsung lumer di mulut.

Selanjutnya kami berjalan melewati Esplanade Drive yang menghubungkan Merlion dengan Esplanade, sebuah gedung  yang atapnya berbentuk kulit durian. Esplanade ini adalah gedung pertunjukkan yang dipadukan dengan berbagai macam tempat makan dibeberapa lantainya. Sepanjang Esplanade Drive ini dihiasi oleh warna merah keunguan yang sangat cantik dari bunga bougenvile yang tumbuh disisi kiri jalnana.  Kami langsung menuju ke rooftop Esplanade melihat area CBD dari kejauhan dengan cantiknya. Singapura benar-benar kota yang rapi.

A view from Esplanade rooftop - Eat this "subway"

A view from Esplanade rooftop – Eat this “subway”

Salah satu pertunjukkan gratis yang wajib dicoba adalah pertunjukkan laser dan air mancur di depan Marina Bay Sands (MBS) atau tepatnya di broadwalk The Shopes Marina. Jam 7 tepat kita segera ke stasiun MRT Esplanade jalur oranye ke stasiun Bayfront yang tepat berada di bawah MBS. Pertunjukkan “Wonderful MBS” ini dilaksansakan setiap hari setiap jam 20.00 dan 21.30 jika cuacanya baik. Pertunjukkan ini adalah gabungan pertunjukkan laser dan air mancur yang dipadukan dengan musik orkestra yang menggema. Tak ayal jika penonton pun terpukau menyaksikan pertunjukkan berdurasi 15 menit ini.

Marina Bay Sands ; The Wonderful Show

Pertunjukkan gratis lainnya ada di Gardens by The Bay yang lokasinya tepat di belakang MBS. Gardens By The Bay adalah taman artifisial yang dibuka sejak pertengahan tahun 2012. Di taman ini ada supertree yaitu pohon dengan lampu-lampu cantik dari ujung bawah sampai atasnya. Setiap jam 20.45 ada pertunjukkan lampu-lampu supertree yang memukau. Permainan lampu warna-warni diiringi musik berdurasi sekitar 10 menit.  Selain supertree, di sini ada 2 hutan buatan yang sangat besar dalam gedung kaca. Sayang, untuk masuk ke sana dikenakan admisiion fee sebesar SGD 28.

Jam 9 malam pas, rasanya kaki sudah semakin “gempor” untuk diajak berjalan lagi. Namun karena terlalu bersemangat, kami masih menguatkan diri mampir ke Mustafa Center di Little India. Sepertinya hampir semua barang dijual di sini mulai dari alat tulis, perlengkapan rumah tangga,makanan, mainan, hingga perhiasan  dijual di “toko” yang buka 24 jam ini. berbagai macam gantungan pernak-pernik khas Singapura juga dijual di sini namun dengan harga yang sedikit lebih mahal dibandingkan dengan Chinatown. Saya rekomendasikan untuk mencoba cokelat merk Alfredo dengan harga SGD 15 per satu kilo. Rasanya yang enak pasti cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Dari Mustafa kami kembali ke hotel berjalan kaki selama 10 menit menuju Footprints. Kehebohan hari ini pun ditutup dengan perasaan senang dan kaki yang “mati rasa”. Kami segera beristirahat agar esok hari bisa bangun lebih pagi dan bersiap untuk perjalanan di hari kedua.

Budget hari ke-1

Budget hari ke-1

//

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

Keliling Singapore & Kuala Lumpur 2,5 Juta Rupiah (part 3) Sentosa – Chinatown

Hostel yang kami sewa berisi 16 orang dalam 1 dormitory, agak kaget juga pas pagi-pagi Saya lihat banyak bule udah “tewas” dikasur masing-masing yang cowok hanya pakai CD dan yang cewek pake hoptants plus kaos tipis. Sepertinya hanya kami yang pakai baju lengkap pas tidur. Hehehe. Tapi tak apalah dapat pemandangan pagi-pagi buta begini.

Sebenarnya kami harus bangun jam 7 karena ingin mengunjungi Chinese garden, tapi karena sudah lelah kami baru bangun jam 8 dan bersiap-siap untuk langsung menuju ke Sentosa Island. Sarapan kami luar biasa juga ; roti tawar + selai, 2 butir telur, dan pop mie yang kami bawa dari Indonesia.

Tips : setelah check out kami masih bisa menitipkan tas di hostel kok tanpa ada tambahan biaya. Biarpun tempat penitipan tasnya ga pakai loker tapi ama-aman saja.

Jam 9 tepat kami menuju ke MRT Little India yang bisa ditempuh dalam waktu 5 menit saja dari penginapan. MRT Little India ini letaknya dibawah Tekka Center, sebuah pasar yang isinya memang orang-orang India. Nau rempar-rempah dimana-mana. Ada satu hal yang menarik di Liitle India yaitu pasar dadakan yang diadakan antara bulan Oktober – November memperingati Dipavali atau Divali, dipasar ini dijual berbagai  macam pernak-pernik India yang unik. Kami menyempatkan untuk foto-foto terlebih dulu.

Happy Deepavali

Dari MRT Little India kami hanya naik MRT Jalur Ungu langsung menuju ke Harbour Front untuk melanjutkan perjalanan menuju Sentosa Island. Dari Little India sampai ke Harbour Front membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Sesampainya di stasiun bawah tanah kami naik lantai dan sampailah di Vivo City. Untuk menuju Sentosa Island naiklah hingga laintai 3 tempat monorail sentosa berada. Untuk menuju ke Sentosa ada tiga cara ; monorel, cable car, atau menyusur sentosa boardwalk. Biaya naik monorel sekarang menjadi SGD3,5 dan bisa menggunakan Ezlink untuk pembayarannya, tinggal “tap” kami sudah bisa masuk kesana.

Jika ingin menuju Universal Studio atau ingin berfoto-foto di Globe Universal seperti yang kami lakukan maka turunlah di Beach Front Station. Ikuti arahnya saja untuk menuju Universal, mudah saja kok.

Dari Universal tujuan kami berikutnya adalah melihat patung Merlion terbesar yang tingginya mencapai 30 meter. Kembali ke stasiun tadi dan menuju ke Imbiah Station. Benar saja, merlion yang ini lebih besar dan memang paling besar di Singapore. Dari Imbiah Station ini ada beberapa tempat yang bisa kami kiu jungi salah satunya adalah museum asal-asal usul merlion dengan harga tiket sebesar SGD8 saja.Rencananya dari Imbiah Station ini kami hendak ke Siloso beach tapi sayang sekali tiba-tiba hujan deras jadilah rencana untuk sampai ke Siloso beach dibatalkan.

Kembali ke Vivo Citt tujuan Saya dan teman-teman malah tertuju untuk menonton film Skyfall di Golden Cinema. Wah, jauh-jauh ke Singapore hanya untuk nonton film. Harga tiket bioskopnya SGD11,5 untuk kualitas yang memang bagus. Worth it sih ternyata nonton disana apalagi film Skyfall ini juga untuk memperingati 50 tahun lahirnya tokoh detektif James Bond 007. Kami sempetin juga foto di mobil Bond yang mewah ini.

Bond’s car, Skyfall ticket, Lobby Golden Cinema

Hari masih saja hujan padahal sudah menjelang sore. Pas udah mulai aga reda kami langunsg menuju MRT untuk menuju Chinatown. Di Chinatown tujuan kami mencari oleh-oleh gantungan kunci yang konon kabarnya hanya SGD10 untuk 30 buah. Kembalilah hasrat belanja oleh-oleh mulai dari gantungan kunci, kaos, sampai hiasan rak. Pokoknya kalau kesini siapkan uang yang cukup deh. Saya sendiri tidak terlalu banyak membeli oleh-oleh karena memang tujuannya untuk backpackeran saja.

Chinatown

Dari Chinatown kami sempatkan mampir dulu ke Orchard Road sebab katanya belum lengkap kalau ke Singapore tadi mampir ke Orchard. Dar i Chinatown tinggal naik MRT Jalur Ungu kemudian transit MRT Jalur Merah di Dhobyy Ghaut. Karena hari masih hujan kami hanya duduk-duduk saja di halaman ION Orchard saja. Setelah itu kami menuju Little India dan menyempatkan untuk makan masakan India di Tekka Center. Makanannya kari gitu harganya sekitar SGD6. Jangan bayangkan rasanya ya, karena pasar mereka orang India maka tidak ada modifikasi rasa untuk orang negara lain, Saya sih suka-suka saja tapi teman Saya yang tidak tahan sama bau rempahnya.

ki – kan : Orchard, Orchard, ION Plaza, Curry Rice at Tekka Center

Menjelang senja, hari masih hujan saja, kami langsung memutuskan untuk kembali ke hostel dan mengambil barang-barang yang dititipkan. Setelah beristirahat sebentar, jam 9 malam kami langsung menuju halte bus Bugis menunggu bus SBS 170 yang akan membawa kami ke Johor Baru. Di Johor Baru (Terminal Larkin)  kami akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Kami telah memesan bus 2 minggu sebelum berangkat di www.easibook.com. Bus yang kami pesan adalah bus Konsortium harganya MYR32 untuk keberangkatan jam 12 malam. Bus yang kami tumpangi ini menuju TBS (Terminal Bandar Selatan).

Tips : jika naik bus SBS menggunakan Ezlink maka tidak perlu repot-repot menyimpan tiket bus yang diberikan seperti kalau membayar dengan uang tunai. Bus akan berhenti dua kali di Imigrasi Woodlands dan Johor Bahru. Pastikan membawa semua barang-barang karena bisa saja kami naik bus berbeda setelah melakukan proses imigrasi. Siapkan bolpoin juga untuk menulis jika mempunyai barang-barang untuk di laporkan di custom. To be continued.

Budget hari 2

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Keliling Singapore & Kuala Lumpur 2,5 Juta Rupiah (part 2)

Pesawat yang kami tumpangi menuju Kuala Lumpur adalah Air Asia yang seharusnya take off jam 20.20 tapi sedikit mundur jadi jam 21.00. It’s okey lah kalau hanya delay setengah jam. Kami yang notabene belum pernah keluar negeri PD sajalah melakukan backpacker ini dengan Saya sebagai ketua rombongan mengatur semuanya. Pesawat Air Asia kami dapat dengan harga Rp 700.000 untuk round trip Surabaya- Kuala Lumpur.

Kami tiba di LCCT-KL sekitar jam 1 dinihari waktu setempat. Setelah melakukan proses imigrasi dan lain-lain kami ‘ngemper’ dulu di area Bandara. Bandara LCCT, walaupun terminal pesawat murah milik Air Asia, bandaranya besar, luas dan bersih. Dan yang membuat kami tidak segan untuk ngemper karena sudah banyak pelancong yang ngemper duluan. Tempatnya yang aman ditunjang dengan toko-toko yang buka 24 jam jadi tidak perlu repot kalau kami lapar dan ingin membeli sesuatu. Pagi hari kami melanjutkan perjalanan menuju Singapore masih dengan pesawat Air Asia.

Tips : di LCCT-KL banyak sekali konter check in nya. Karena menggunakan Air Asia Saya sudah mencetak sendiri boarding pass di Indonesia 2 minggu sebelumnya. Di Bandara Juanda maupun di LCCT kami tinggal masuk ke ruang tunggu saja. Pembayaran airport tax hanya ada di Juanda, di LCCT tidak ada karena sudah termasuk harga tiket. Mudah kok tidak ribet.

ki – ka : Counter Check in LCCT, Info Board, Pesawat Air Asia, Ngemper di LCCT

Pesawat landas di Bandara Changi terminal 1 jam 08.20 pagi tepat waktu seperti jadwal semula. Kami sempat terpukau dengan kemegahannya, terminal 1 yang untuk pesawat murah saja sebagus ini apalagi untuk pesawat yang mahal. Wow! Keluar dari pesawat kami tinggal mengikuti saja papan “arrival” sampai turun eskalator. Di lantai ini kami diwajibkan mengisi custom declare atas barang-barang yang kami bawa dan menunjukkan paspor di imigrasi.

Tips : ikuti papan penunjuk bertuliskan “skytrain” untuk menuju terminal 2. Stasiun MRT ini berada di Terminal 2 (T2). Dari MRT Changi ini jika tujuannya adalah ke arah kota maka naiklah menuju Tana Mera kemudian transit lagi menuju kota. MRT jalur hijau. Saya pakai kartu Ezlink (kartu  perjalanan untuk naik MRT dan bus) pinjaman teman yang Saya isi $10-15 sudah cukup buat 2 hari.

ki – ka : Lobby changi, lobby changi, lobby MRT Changi, Immigration counter Changi

Saya mengambil MRT menuju Bugis karena menurut petunjuk di website sih hostel bisa dijangkau dari MRT Bugis dengan waktu tempuh 10 menit. Perjalan dari Changi – Bugis membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Keluar Exit A kami agak buta arah juga karena dimana-mana gedung bertingkat. Sempat tersesat kejauhan jalan tapi akhirnya ketemu jalan yang benar menuju hostel didaerah little India, ternyata hostelnya tidak terlalu jauh memang dari MRT Bugis hanya kami yang buta arah.

Hostel yang kami booking adalah Inn Crowd hostel untuk perorang perbed di dormitory berisi 16 orang kami harus membayar $20 saja. Cukup murah karena fasilitas wifi hostel lancar, waktu kami datang kami langsung diperbolehkan sarapan, menu sarapan ada roti tawar ambil sepuasnya + 2 butir telur rebus, kamar mandi air hangat, toilet bersih, pegawai yang ramah, dan kemanan terjaga tentunya. Bisa klik websitenya disini

Tips : sebaiknya pesan hostel 2 minggu sebelumnya biar tidak perlu bersusah payah hunting hostel. Di dearah Little India banyak sekali hostel dengan harga dan fasilitas yang kurang lebih sama. Booking hostel bisa dilakukan lewat www.hostelworld.com atau langsung buka saja web hostelnya. Litlle India daerah yang cukup ramai wisatawan Eropa, jadi lebih terasa nuansa backpacker-nya.

Our Hostel @ Inn Crowd Backpacker Hostel Little India Singapore

Setelah beristirahat sejenak, bersih-bersih diri, dan menumpang makan di hostel tujuan kami hari ini adalah mengitari wilayah CBD dan sekitarnya. Perjalanan diawali dari Keluar Little India melewati Rochor Road dan menuju daerah sekitar Bugis. Kami melewati Bugis Street dimana disana banyak dijual barang-barang khas Singapore. Nikmati saja jalan kaki di Bugis Street tapi tidak perlu berbelanja karena ada tempat yang lebih pas buat berbelanja.

Map walking tour kita Little India – Merlion CBD (skala 1 : 1km)

Ikuti saja jalan dari Bugis Stret tadi, trotoarnya luas dan pohon rindang walaupun cuacanya panas. Susuri Victoria Street, disepanjang jalan ini ada Mall Bugis Plus yang terhubung dengan Intercontonental Singapore. Naklah melewati penghubung menuju sisi jalan sebelahnya sebab tidak jauh dari situ ada National Library Singapore. Kalau punya banyak waktu sempatkanlah main ke perpustakaan yang memiliki sembilan lantai ini. Disebelah tempat ini ada Brash Basah Complex semacam komplek buku-buku bekas tapi kebanyakan buku-buku textbook bekas yang dijual disana.

Dari Brash basah kami keluar dari pintu lainnya. Kali ini melewati Nort Bridge Road dimana terdapat Toys Museum dan Rafles hotel. Perjalanan diteruskan hingga ke perempatan dan menyebarang  ke CHJIMES salah satu bangunan tua yang sekarang beraliih fungsi menjadi tempat makan. Viewnya bagus banget jadi bisa foto-foto disana tapi ingat jangan terlalu asyik-asyik berfoto-foto karena kami sempat ditegur sama security disana katanya di CHJIMES dilarang mengambil gambar.

Dari CHIJMES kami melanjutkan perjalanan masuk ke Citylink mall dimana terdapat MRT City Hall yan ada dibawah tanah. Lumayan jalan-jalan di mall sambil ngadem. Kami sempat ga tau arah lagi di dalam mall karena banyak orang sih. Kami mencari pintu keluar untuk menuju Fountain of Wealth atau air mancur kemakmuran. Setelah muter-muter agak lama dan kesasar barulah kami menemukan mall Suntec City Mall tempat air mancurnya berada, sayangnya air mancurnya sedang tidak nyala. Sudah dibela-belain jalan ke sana ternyata air mancurnya mati.

Sebenarnya dari mall ini ada jalan tembusan menuju Exhibition Center Suntec yang tersambung juga dengan Marina Square, tapi seteleah dicari tidak ketemu dan tanya-tanya sama petugas pun dia bingung kami putuskan lewat jalan biasa aja. Kami melewati Raffles Boulevard dan Rafles Ave sampai akhirnya ketemu sama Marina Square. Setelah masuk ke Marina Square kami isitirahat sejenak sambil makan di KFC, kaki sudah mulai gempor rasanya. Baru dari marina Square ini kami ikuti petunjuk dari mall yang mengarah ke waterfront tempat gedung Esplanade berada, pintu keluarnya deket McD. Keluar mall pemandanngan yang terhampar adalah marina bay, esplanade, dan CBD. Akhirnya….

Kami menuruni tangga menuju Esplanade Theathre si gedung kulit durian setelah menyeberang terlebih dulu. Kami ,menyempatkan untuk duduk-duduk di dekat panggung esplanade yang terletak persis disisi teluk dengan pemandangan ke Esplanade drive, CBD, Fulerton, dan Merlion tentunya. Setelah beristirahat sejenak kami menyusuri Esplanade drive menuju Merlion dan tentu saja foto-foto di landmark Singapore yang paling terkenal ini. cukup lama waktu yang kami habiskan disini, mengingat kami sudah berjalan lebih dari empat jam tanpa naik MRT sama sekali. Pas kami lihat peta ternyata perjalanannya jauh sekali dari Little India menuju Merlion.

ki – ka : Marina Bay Sands, Merlion, Fountain of Wealth, CBD

Menjelang senja kami kembali menyusuri Esplanade Dirve untuk menuju Marina Bay Seating Galery yang dekat dengan Helix Bridge dengan view ke Marina Bay Sands (MBS), CBD dan Esplanade theathre. Yang kami tungu-tunggu adalah pemandangan CBD saat malam hari dengan lampu-lampu yang indah itu dan memulai ambil foto-foto lagi. Sekitar jam 8 malam kami melihat ada pertunjukan laser dari MBS, kalau ingin melihat pertunjukan lebih detail silakan jalan menyusuri helix bridge menuju MBS yang setiap harinya pertunjukkan ini dilakukan 2 sampai 3x.

Jam 20.30 kami kembali menuju MRT Esplanade untuk menuju Mustafa Center. MRT yang kami ambil adalah MRT Circle Line kemudian transit di Dhobby Ghaut mengambil MRT North East jalur ungu menuju MRT Farrer Park. Dari MRT kami tinggak menyebatrnag jalan menuju Serangoon Road. Tujuan kami ke Mustafa Center adalah untuk membeli coklat dan memang tebrukti di sana 1 laintai penuh dengan coklat, merasa kalap ada temen Saya yang memborong coklat habis-habisan untuk oleh-oleh.

Perjalanan kami berakhir jam 11 malam. Sebenarnya sesuai itinerary hari ini kami ingin menuju Marina Barrage tetapi karena keterbatasan waktu kami merelakan saja toh kaki kami juga sudah gempor. Saatnya beristirahat di hotel.

Budget Pesawat + hari 1 keliling Singapore

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , | 12 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: