Posts Tagged With: Asahi

Liburan Tahun Baru di Tokyo: Ropponggi, Odaiba, dan Fish Market

Patung Liberty versi Jepang di Odaiba

Patung Liberty versi Jepang di Odaiba

Maaf, kamu salah jika mengira foto di atas adalah Patung Liberty di New York. Slightly similar but it’s not. Itu adalah miniatur Liberty yang berada di Odaiba, Jepang.

Pergantian malam tahun baru di Jepang ternyata hanya dilewati begitu saja tanpa kembang api dan tanpa keramaian di tengah kota. Saya kembali ke penginapan (Masjid Asakusa) sekitar pukul 11 malam dan tidak ada tanda-tanda orang akan berkumpul di luar untuk merayakan tahun baru. Semua orang sepertinya sudah asyik berkumpul bersama keluarga di rumah, menyantap hidangan khas sambil menonton acara musik di televisi. Teman saya bercerita bahwa Senseinya bertanya mengapa dia tidak pulang kampung saat tahun baru sambil berkata “kasihan sekali…”. Dalam hati teman saya menjawab, “lebih kasihan kalau lebaran ngga bisa pulang, Sensei”.

Hachiko

Hachiko

Bangun keesokan harinya, saya melihat jalanan di sekitar Asakusa masih lengang dan sepi. Tidak ada aktivitas yang signifikan karena semua orang masih menikmati liburan hingga tanggal 4 Januari. Hari ini rencana saya adalah ke Odaiba dan bertemu kakak kelas SMA yang sedang mengambil master di Tokyo. Kami memutuskan untuk bertemu di Hachiko mengingat beberapa tulisan merekomendasikan titik ini sebagai lokasi yang paling sering dijadikan meeting point. Saya ragu bagaimana tempat seramai Shibuya bisa dijadikan lokasi ketemuan? Pertanyaan saya terjawab seketika saya sampai di Hachiko. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, tanggal 1 pagi Shibuya masih sepi dan sedikit sekali yang berfoto. Jadi keputusan untuk bertemu disini sangat tepat.

Sebelum menuju Odaiiba, saya bertanya kepada teman saya dimana bisa melihat Doraemon dan Nobita. Keinginan untuk mengunjungi Museum Fujiko di Kawasaki terpaksa kandas, karena tempat itu juga tutup selama libur  fuyu. Kemudian, teman saya merekomendasikan untuk mengunjungi Asahi TV di distrik Ropponggi, tempat serial kartun Doraemon ditayangkan.

Asahi TV

Searah jarum jam: Tokyo Tower dilihat dari Roppongi Hills, Nobita no Heya, Tetsuko Kuroyanagi, Doraemon

Searah jarum jam: Tokyo Tower dilihat dari Roppongi Hills, Nobita no Heya, Tetsuko Kuroyanagi, Doraemon

Lagi-lagi saya harus bilang bahwa Asahi TV tentu bukanlah tujuan wisata ya. Hanya saja saya ingin bertemu dengan tokoh idola saya semasa kecil. Di tengah perjalanan menuju gedung Asahi TV di distrik Ropponggi, saya dapat melihat salah satu landmark Tokyo yang terkenal yaitu Tokyo Tower. Tiba di gedung televisi, saya dapat melihat ada sesosok figur Doraemon yang langsung menyambut. Menyenangkan sekali sebab gedung kantor tersebut tetap dibuka untuk umum meskipun tanggal merah. Di lobi gedung ada beberapa patung doraemon dengan berbagai gaya. Salah satu yang menarik perhatian adalah Nobita no Heya (のび太の部屋) alias kamarnya Nobita. Sebuah diorama yang menggambarkan kamar Nobita lengkap dengan meja belajar dan lemari, serta Nobita dan Doraemon yang sedang tidur siang. Serunya lagi, pengunjung boleh masuk ke diorama dan foto di kamar Nobita. Selain menampilkan serial terfavorit Asahi TV, di lobi gedung juga terdapat toko souvenir yang menjual barang-barang berkonsep Doraemon.

Rute: Dari Shibuya kami naik metro Ginza line tujuan Aoyama Itchome, dari sini pindah jalur kereta Oedo line tujuan Ropponggi. Karena tiket yang saya beli hari itu hanyalah tiket terusan Metro One Day pass seharga ¥600, maka saya harus membayar biaya tambahan untuk pindah ke jalur kereta Oedo kereta turun di stasiun Roppongi tidak jauh dari Asahi TV dan Ropponggi Hills.

(foto orang bakar ikan di tsukiji)

Tsukiji Fish Market

Pedagan ikan bakar di Tsuiki Fish Market

Pedagan ikan bakar di Tsuiki Fish Market

Dari Ropponggi saya melanjutkan perjalanan ke pinggiran kota Tokyo yaitu Tsukiji Fish Market. Tempat ini adalah pasar ikan terbesar yang terletak di pesisir teluk Tokyo. Namanya saja pasar ikan, yang dijual sudah pasti beragam jenis ikan dan hasil tangkapan laut lainnya. Tidak heran jika pasar ini selalu ramai pengunjung karena ikan merupakan bahan utama untuk membuat berbagai makanan seperti sushi, sashimi, dan sop ikan. Tempatnya bersih, tidak becek, dan tidak bau amis seperti pasar ikan pada umumnya. Mungkin karena inilah, Tsukiji Fish Market menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Jepang. Pasar ikan ini masih sangat sepi saat tahun baru (tanggal 1 Januari), hanya ada beberapa penjual yang masih membuka dagangannya. Tetapi beruntung saya masih bisa merasakan geliat perdagangan ikan di sini dimana beberapa penjual memberikan sampel gratis daging ikan atau olahan cumi yang sudah diolah menjadi abon. Di beberapa sisi jalan juga ada penjual yang sedang memanggang sotong dan ikan bakar, bau asapnya membuat perut mendadak keroncongan. Saya juga melihat antrian yang cukup panjang di kedai-kedai sushi yang buka. Meski tergolong sepi saat tahun baru, antusiasme wisatawan untuk makan sushi dan sashimi yang fresh dari laut masih tinggi juga ya. Kalau hari biasa pasar buka secara penuh pasti antriannya akan semakin panjang.

Rute: Dari Ropponggi saya naik Oedo line tujuan Tsukijishijo. Kemudian saya melanjutkan jalan kaki sekitar 1 km menuju pasar Tsukiji.

Odaiba (お台場)

Rainbow Bridge saat siang dan malam hari

Rainbow Bridge saat siang dan malam hari

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, artinya saya harus segera menuju ke Odaiba. Saya rencanakan bisa sampai di sana sebelum hari gelap untuk mengejar senja. Pulau ini dulunya adalah benteng buatan yang dibangun pada jaman Edo abad ke-17. Seiring berkembangnya jaman, pemerintah Jepang membangun pulau ini sebagai pulau yang modern dan futuristik. Odaiba memang beda dengan distrik lain di Tokyo sebab di sini hanya sedikit penggunanaan tulisan kanji sebagai penunjuk jalan. Hampir semua penunjuk dan tulisan di pulau ini menggunakan bahasa Inggris. Beberapa tempat yang terkenal di Odaiba adalah Fuji TV yang merupakan “rumah” dari serial Digimon dan Chibi Maruko-Chan. Ada juga Aqua City, sebuah pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai macam kebutuhan. Di sana juga terdapat Warung Surabaya yang menjual makanan khas Indonesia.

Gundam Actual Size di depan Diver City, Odaiba, Tokyo

Gundam Actual Size di depan Diver City, Odaiba, Tokyo

Ada dua hal yang menjadi alasan saya menyempatkan diri main ke Odaiba. Pertama adalah Jembatan Pelangi alias Rainbow Bridge. Tepat sekali datang ke Odaiba sebelum hari gelap untuk mendapatkan pemandangan jembatan yang sekilas mirip dengan Golden Bridge di San Fransisco. Ketika hari sudah gelap lampu jembatan akan dinyalakan dan memberikan nuansa pelangi pada jembatan sepanjang 798 meter ini. Di lokasi ini pula dibangun miniatur patung Liberty yang tersohor dari Amerika. Kedua, adalah figur Gundam 1:1 yang terletak di depan Divericity Tokyo Plaza. Dinamakan Gundam 1:1 karena memang robot ini tingginya sama persis dengan Gundam yang asli (actual size). Pada pukul lima sore, Gundam akan menyala dan menggerakkan kepala serta tangannya sambil diiringi soundtrack serial Gundam yang populer hingga sekarang.

Rute: Ada beberapa pilihan transportasi menuju Odaiba; Yurikamone line, Rinkai Line, dan kapal. Saya sendiri memilih naik Yurikamone Line sebab hanya kereta ini yang melintas di atas Rainbow Bridge. Kereta Yurikamone dapat diakses melalui stasiun Shiodome (terkoneksi dengan Toei-Oedo Line) dengan tiket seharga ¥320 sekali jalan.

Pemandangan dari balik jendela kereta Yurikamone melintasi gedung pencakar langit dalam perjalanan menuju Odaiba

Pemandangan dari balik jendela kereta Yurikamone melintasi gedung pencakar langit dalam perjalanan menuju Odaiba

Tips: Naik Yurikamone line dari Shiodome paling seru jika mengambil posisi duduk paling depan. Kereta ini sepertinya sudah terkomputerisasi sehingga tidak perlu ada masinis. Pemandangan yang dapat dilihat sangat menakjubkan karena sepanjang perjalanan saya bisa melihat kereta membelah gedung pencakar langit dari balik jendela kereta yang lebar. Pemandangan akan semakin menarik ketika kereta melintasi jembatan di atas sungai dan memperlihatkan Odaiba yang modern dari kejauhan. Stasiun Daiba, stasiun terdekat dengan Aqua City, bukanlah tujuan akhir kereta. Yurikamone menlanjutkan perjalanan hingga ke Toyosu. Jadi pastikan tidak salah turun saat naik kereta karena terpukau dengan pemandangannya,

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: