Posts Tagged With: kuala lumpur

Chicken Rice Ball Melaka yang Tersohor

Chicken Rice Ball Malacca

Chicken Rice Ball Malacca

Kira-kira dua tahun yang lalu, keinginan mengunjungi Melaka muncul karena tayangan Masterchef Indonesia musim ke-2. Saya ingat betul waktu itu para peserta ditantang memasak Chicken Rice Ball yang sangat tersohor di Melaka. Bulan Agustus lalu, Saya berkesempatan mengunjungi kota tua yang eksotis ini.

Salah satu tujuan utama Saya mengunjungi  Melaka adalah menikmati chicken rice ball. Makanan yang satu ini memang tidak boleh dilewatkan jika berkunjung ke sana. Chicken Rice Ball sebenarnya sama saja dengan nasi ayam hainan yang banyak dijumpai di Singapura maupun Thailand. Hanya saja, nasinya dibentuk bulat menyerupai  bola dan sajian daging ayamnya yang lembut siap memanjakan lidah.

Continue reading

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Malaysia | Tags: , , , , , , , , , , | 3 Comments

Naik Bus Go KL Gratis, Jalan-Jalan Hemat di Kuala Lumpur

Skyline Kota Kuala Lumpur (courtesy wikipedia)

Traveling dengan anggaran terbatas? Mengunjungi  Kuala Lumpur (KL) bisa jadi solusinya. Meskipun beberapa tahun belakangan KL lebih dikenal sebagai kota tujuan transit, tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu sehari atau dua hari berkeliling kota dengan gratis!

Fasilitas keliling gratis ini disediakan oleh Bus GO KL yang diperkenalkan oleh pemerintah Malaysia sejak tahun 2012. Di awal peluncurannya, GO KL hanya melayani dua rute saja. Namun, pada kunjungan saya ke Kuala Lumpur beberapa waktu lalu GO KL telah menyediakan dua rute tambahan.

Bus GO KL


Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Malaysia | Tags: , , , , , , | 1 Comment

Tips: Naik Bus Melintasi Malaysia-Singapura (bagian 2-tamat)

Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur (courtesy: webiste TBS)

Kuala Lumpur-Melaka

TBS buka selama 24 jam penuh. Tidak perlu khawatir jika tiba di sana saat masih dini hari. Tiga kali naik bus Singapura-KL, tiga kali pula Saya numpang tidur di TBS. Salah satu keuntungan menuju Melaka dari TBS adalah bus, frekuensi berangkat, dan harga yang bervariasi. Dibandingkan dengan terminal lainnya di KL, TBS  yang fokus pada penyediaan layanan bus antar kota bagian selatan Malaysia sangat memudahkan calon penumpang yang hendak menuju Melaka.

Tips: Jika Anda berrencana mengunjungi KL dulu baru Melaka seperti Saya, sebaiknya langsung beli tiket bus ke Melaka di konter untuk keberangkatan esok hari atau menyesuaikan dengan jadwal. Pembelian di awal untuk mengantisipasi kehabisan tiket terutama pada akhir pekan dimana penumpang biasanya sangat ramai.

Bus yang Saya tumpangi adalah Metrobus, salah satu PO yang melayani rute KL-Melaka. Tiket sekali jalan hanya MYR 10. Meskipun murah tapi kualitas bus tidak murahan. Tidak senyaman Konsortium memang tapi lebih dari cukup mengingat bus yang berisi 40 bangku ini murah harga tiketnya. Perjalanan dari TBS Kuala Lumpur menuju Melaka memakan waktu kurang lebih dua jam, tidak kurang tidak lebih. Satu hal yang Saya sukai bahwa supir bus di sana tidak ugal-ugalan. Walaupun jalanan lengang, bus tidak dikendalikan melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan. Jalan tolnya pun halus tidak beregelombang dan sangat lengang. Kalau sudah begini tidak ada alasan untuk tidak tidur selama perjalanan, toh pemandangan sepanjang jalan tidak lebih dari kebun kelapa sawit.

Tips: Pastikan untuk datang dan siap di pintu keberangkatan bus 30 menit sebelum jam berangkat. Bus di KL sangat tepat waktu baik keberangkatan maupun kedatangannya. Di tiket suda tertera di pintu berapa bus akan berangkat. Selain itu, datang lebih awal akan memudahkan penumpang mengingat TBS lebih besar daripada Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Bus akan berhenti di terminal Melaka Sentral. Di dalam terminal banyak warung makan seperti di terminal pada umumya. Harganya pun relatif terjangkau, cukup untuk mengganti energi yang hilang selama perjalanan. Jika tujuan langsung ke destinasi wisata Melaka di daerah Bangunan Merah, maka carilah pintu keberangkatan domestik (dalam kota) dan naik bus Panorama No. 17. Panorama adalah nama bus resmi yang beroperasi di Kota Melaka. Bus berwarna merah dengan nomer-nomer tertentu penanda tujuan yang dilewati. Ongkos sekali naik dari Melaka Sentral menuju Bangunan Merah sebesar MYR 1,5.

Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Malaysia, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

Keliling Singapore & Kuala Lumpur 2,5 Juta Rupiah (part 4) Dataran Merdeka – KLCC

Perjalanan dari Larkin JB – TBS memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jam 3 pagi kami sudah sampai di TBS, sebuah terminal yang bagus dan nyaman untuk tidur. Kami bermalam sebentar di sana karena KL Rapid menuju kota baru ada jam 6 pagi. Ada kejadian unik yang Saya alami saat tas Saya tertinggal di bus. Saya segera melapor ke Information Center yang buka 24 jam. Oleh petugas Saya diberi nomor telepon kantor bus. Ketika saya konfirmasi pagi hari tas Saya ternyata ada di kantor Bus dalam keadaan utuh. Untung ini di Malaysia, kalau di Indonesia pasti petugansya sudah minta bayaran atau tas Saya mungkin sudah tidak ditemukan.

clock wise : Larkin Terminal JB – TBS – TBS – Chinatown

Hotel yang kami pilih di Kuala Lumpur adalah Fernloft Hostel di daerah Chinatown. Lokasinya strategis sekali karena hanya tinggal menyeberang sudah sampai di Central Market dan cukup berjalan kaki 3 menit ke Stasiun Pasar Seni. Untuk mencapai hostel ini dari TBS kami naik kereta yang mengarah ke Sentul Timur dan turunlah di stasiun Plaza Rakyat jika ingin menuju Chinatown. Dari Plaza Rakyat kita cukup berjalan kaki menuju hostel yang berjarak 5 menit jalan kaki. Kami tiba di hostel jam 7.30 ternyata hostelnya belum buka. Jadilah kita menunggu sekitar satu jam untuk bisa masuk ke hostel dan check ini disana. Tarif perorang di Fernloft MYR32 saja termasuk sarapan dan fasilitas-fasiltitas lainnya.

Selepas check in kami mandi dan beristirahat sebentar. Rencana kami ke Genting Highland harus dibatalkan karena hari hujan deras sehingga kami harus menunggu sampai hujan agak reda. Hujan reda sekitar jam 1 siang kami langsung start untuk city explore Kuala Lumpur. Tujuan kami adalah Dataran Merdeka dan Twin Towers.

Perjalanan di awalali dengan mengunjungi Central Market dan Kasturi Walk terlebih dahulu, hanya butuh waktu 1 menit berjalan kaki dari hostel karena tempatnya yang benar-benar dekat. Di Kasturi Walk kami mampir dulu disebuah rumah makan Arab yang menjual makanan khas Timur Tengah bernama Yusoof & Zakhir. Harganya relatif terjangkau memang dibanding di Singapore kemarin. Untuk satu porsi makanan berupa nasi + iklan salmon besar + telur ayam + cumi-cumi goreng tepung + teh tarik saya hanya perlu membayar MYR11. Malah teman Saya yang memesan nasi goreng harganya hanya MYR6.

clock wise : Fernloft Hostel – Yusoof Zakhir Resto – Lucnh – in front of Central Market

Kenyang makan siang (sekaligus sarapan) kami masuk ke Central Market. Di tempat ini dijual berbagai macam kerajina khas Malaysia yang bisa dijadikan oleh-oleh. Suasana di dalamnya mirip seperti Blok M Plaza menurut Saya hanya lebih kecil. Kesempatan kali ini kami hanya meliha-lihat saja sebab terlalu dini untuk beli-beli oleh-oleh sekarang. Kami masuk dari pintu depan dan keluar di pintu belakangnya. Dari jalan pintu belakang ini langsung tersambung dengan jalan menuju Dataran Merdeka.

Kita menyusuti sedikit Sungai Kelang yang mengalir di jantung KL ini. sebenarnya dari sini hanya tinggal melewati Jembatan menuju Dataran Merdeka tapi karena ingin sedikit berjalan kaki lebih jauh kami melewati dulu Jalan Tun Perak belok kiri lansung ke Jalan Raja tempat Dataran Merdeka berada. Dataran merdeka ini merupakan lapangan hijau yang luas dikelilingi oleh bangunan tua Kua Lumpur. Bangunan tersebut diantaranya Selangor Klub, Gedung Menteri Komunikasi, Gedung Sutan Abdul Samad, Perpustakaan Nasional dan KL Galeri.

clock wise : Masjid jamek dan Dataran Merdeka

Kami menyempatkan diri untuk mengunjungi KL galeri yang baru resmi dibuka belum lama ini. di KL galeri ini terdapat beberapa sejarah Kuala Lumpur dan miniatur bangunan-bangunan terkenalnya. Salah satunya adalah miniatur Masjid Jamek. Yang paling menarik adalah miniatur kota KL lengkap dengan gedung-gedung bertingkatnya yang bisa disetting suasana siang dan malam haru. Setelah puas melihat sejarah dibagian akhir ada pusat pembelian oleh-oleh souvenir khas Malaysia. Tidak ada biaya untuk masuk ke sini alias gratis lho, jadi tidak ada salahnya mencoba datang kesini jika berkunjung ke Kuala Lumpur.

KL Galery

Hari sudah mulai sore ketika kami baru saja menyelesaikan perjalanan disekitar Dataran Merdeka. Kami akan menuju ke Twin Tower untuk melihat ikon KL yang paling terkenal. Caranya mudah saja, dari sana kita tinggal mengambil jalan yang sama saat menuju Dataran Merdeka setelah itu mengamnil Kereta Kelana  Jaya dari stasiun Masjid Jamek menuju KLCC. Harga kereta untuk perjalan berdurasi 15 tadi hanya sekitar MYR 1,7 saja. Murah kan?

Setelah itu kami sampai di stasiun KLCC yang berada dibawah tanah dan terhubung dengan Suria Mall. Suria Mall KLCC ini adalah maal yang ada dibawah kaki Twin Tower. Kami menyempatkan diri dulu untuk makan di foodcourt KLCC karena perut sudah mulai lapar lagi. Diluar sana hari masih saja hujan jadi kita agak bersantai-santai dulu. Jam 5.30 sore kita keluar lobby Suria, sempat bingung juga sih pas kita lihat keluar tidak ada tanda-tanda adanya menara kembar, ternyata menara kembarnya ada di sebelah kami, subhanallah memang twin tower gedung ynag tinggi sekali ya.

Kami  langsung pasang tripod dan pasang kamera, kegiatan foto-foto di depan gedung berlantai 81 ini pun dimulai. Agak susah untuk bisa mengambil gambar wajah kami plus dengan background menara yang tingginya mencapai 452 meter ini. tripodnya sampai harus didongakkan ke atas agar bisa mengambil gambar secara utuh dan bagus tentunya. Walaupun masih ada sedikit rintik hujan tetapi pengunjung yang ingin mengambil gambar disini banyak juga termasuk kami. Kami sempat juga menuju ke KLCC park disisi lain Suria. Jam 7 malam pertunjukkan air mancurnya dimulai. Katanya sih designer air mancur ini orang jerman gitu.

KLCC & Twin Tower

Kebetulan ada paman teman Saya yang tinggal di KL, kita kemudian dijemput dan diajak makan dulu dikawasan Chow Kit. Setelah itu kami juga sempat diajak mampir ke KL Tower di daerah Bukit Nanas. Sayangnya sudah terlalu malam untuk naik ke observation deck cukup jalan-jalan di area bawah saja. Untuk naik ke observation dech biayanya MYR35.  Jam 9 kami segera diantarkan kembali ke hotel. Namun sebelum kami beristirahat kami jalan-jalan dulu diarea Chinatown dan Petaling Street. Tidak ada yang souvenir yang bisa kami beli akhirnya kami kembali ke hostel dan beristirahat.

budget hari 3

Categories: Jalan-Jalan, Malaysia | Tags: , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Keliling Singapore & Kuala Lumpur 2,5 Juta Rupiah (part 3) Sentosa – Chinatown

Hostel yang kami sewa berisi 16 orang dalam 1 dormitory, agak kaget juga pas pagi-pagi Saya lihat banyak bule udah “tewas” dikasur masing-masing yang cowok hanya pakai CD dan yang cewek pake hoptants plus kaos tipis. Sepertinya hanya kami yang pakai baju lengkap pas tidur. Hehehe. Tapi tak apalah dapat pemandangan pagi-pagi buta begini.

Sebenarnya kami harus bangun jam 7 karena ingin mengunjungi Chinese garden, tapi karena sudah lelah kami baru bangun jam 8 dan bersiap-siap untuk langsung menuju ke Sentosa Island. Sarapan kami luar biasa juga ; roti tawar + selai, 2 butir telur, dan pop mie yang kami bawa dari Indonesia.

Tips : setelah check out kami masih bisa menitipkan tas di hostel kok tanpa ada tambahan biaya. Biarpun tempat penitipan tasnya ga pakai loker tapi ama-aman saja.

Jam 9 tepat kami menuju ke MRT Little India yang bisa ditempuh dalam waktu 5 menit saja dari penginapan. MRT Little India ini letaknya dibawah Tekka Center, sebuah pasar yang isinya memang orang-orang India. Nau rempar-rempah dimana-mana. Ada satu hal yang menarik di Liitle India yaitu pasar dadakan yang diadakan antara bulan Oktober – November memperingati Dipavali atau Divali, dipasar ini dijual berbagai  macam pernak-pernik India yang unik. Kami menyempatkan untuk foto-foto terlebih dulu.

Happy Deepavali

Dari MRT Little India kami hanya naik MRT Jalur Ungu langsung menuju ke Harbour Front untuk melanjutkan perjalanan menuju Sentosa Island. Dari Little India sampai ke Harbour Front membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Sesampainya di stasiun bawah tanah kami naik lantai dan sampailah di Vivo City. Untuk menuju Sentosa Island naiklah hingga laintai 3 tempat monorail sentosa berada. Untuk menuju ke Sentosa ada tiga cara ; monorel, cable car, atau menyusur sentosa boardwalk. Biaya naik monorel sekarang menjadi SGD3,5 dan bisa menggunakan Ezlink untuk pembayarannya, tinggal “tap” kami sudah bisa masuk kesana.

Jika ingin menuju Universal Studio atau ingin berfoto-foto di Globe Universal seperti yang kami lakukan maka turunlah di Beach Front Station. Ikuti arahnya saja untuk menuju Universal, mudah saja kok.

Dari Universal tujuan kami berikutnya adalah melihat patung Merlion terbesar yang tingginya mencapai 30 meter. Kembali ke stasiun tadi dan menuju ke Imbiah Station. Benar saja, merlion yang ini lebih besar dan memang paling besar di Singapore. Dari Imbiah Station ini ada beberapa tempat yang bisa kami kiu jungi salah satunya adalah museum asal-asal usul merlion dengan harga tiket sebesar SGD8 saja.Rencananya dari Imbiah Station ini kami hendak ke Siloso beach tapi sayang sekali tiba-tiba hujan deras jadilah rencana untuk sampai ke Siloso beach dibatalkan.

Kembali ke Vivo Citt tujuan Saya dan teman-teman malah tertuju untuk menonton film Skyfall di Golden Cinema. Wah, jauh-jauh ke Singapore hanya untuk nonton film. Harga tiket bioskopnya SGD11,5 untuk kualitas yang memang bagus. Worth it sih ternyata nonton disana apalagi film Skyfall ini juga untuk memperingati 50 tahun lahirnya tokoh detektif James Bond 007. Kami sempetin juga foto di mobil Bond yang mewah ini.

Bond’s car, Skyfall ticket, Lobby Golden Cinema

Hari masih saja hujan padahal sudah menjelang sore. Pas udah mulai aga reda kami langunsg menuju MRT untuk menuju Chinatown. Di Chinatown tujuan kami mencari oleh-oleh gantungan kunci yang konon kabarnya hanya SGD10 untuk 30 buah. Kembalilah hasrat belanja oleh-oleh mulai dari gantungan kunci, kaos, sampai hiasan rak. Pokoknya kalau kesini siapkan uang yang cukup deh. Saya sendiri tidak terlalu banyak membeli oleh-oleh karena memang tujuannya untuk backpackeran saja.

Chinatown

Dari Chinatown kami sempatkan mampir dulu ke Orchard Road sebab katanya belum lengkap kalau ke Singapore tadi mampir ke Orchard. Dar i Chinatown tinggal naik MRT Jalur Ungu kemudian transit MRT Jalur Merah di Dhobyy Ghaut. Karena hari masih hujan kami hanya duduk-duduk saja di halaman ION Orchard saja. Setelah itu kami menuju Little India dan menyempatkan untuk makan masakan India di Tekka Center. Makanannya kari gitu harganya sekitar SGD6. Jangan bayangkan rasanya ya, karena pasar mereka orang India maka tidak ada modifikasi rasa untuk orang negara lain, Saya sih suka-suka saja tapi teman Saya yang tidak tahan sama bau rempahnya.

ki – kan : Orchard, Orchard, ION Plaza, Curry Rice at Tekka Center

Menjelang senja, hari masih hujan saja, kami langsung memutuskan untuk kembali ke hostel dan mengambil barang-barang yang dititipkan. Setelah beristirahat sebentar, jam 9 malam kami langsung menuju halte bus Bugis menunggu bus SBS 170 yang akan membawa kami ke Johor Baru. Di Johor Baru (Terminal Larkin)  kami akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Kami telah memesan bus 2 minggu sebelum berangkat di www.easibook.com. Bus yang kami pesan adalah bus Konsortium harganya MYR32 untuk keberangkatan jam 12 malam. Bus yang kami tumpangi ini menuju TBS (Terminal Bandar Selatan).

Tips : jika naik bus SBS menggunakan Ezlink maka tidak perlu repot-repot menyimpan tiket bus yang diberikan seperti kalau membayar dengan uang tunai. Bus akan berhenti dua kali di Imigrasi Woodlands dan Johor Bahru. Pastikan membawa semua barang-barang karena bisa saja kami naik bus berbeda setelah melakukan proses imigrasi. Siapkan bolpoin juga untuk menulis jika mempunyai barang-barang untuk di laporkan di custom. To be continued.

Budget hari 2

Categories: Jalan-Jalan, Singapura | Tags: , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: