Posts Tagged With: mext

How I Spend My Money in Japan

I’ve been asked slightly similar questions about how I ended up in Kyoto. Pertama, pertanyaan tentang pakai beasiswa apa di Kyoto. Kedua, setelah saya jawab pakai beasiswa apa, dilanjutkan beberapa pertanyaan seperti; lebih besar beasiswanya dari LPDP? Ada tunjangan anak-istri? Cukup beasiswanya untuk kebutuhan sehari-hari?

Tidak ada yang salah dengan pertanyaan seperti itu, but I feel urge to clarify why and how. Cukup tergelitik ketika ditanya mengapa akhirnya saya memutuskan ambil beasiswa ini alih-alih beasiswa yang lain-lain. Unfortunately, I won’t cover the reasonings through this writing, instead of explaining how I spent the given funds.

Saat ini saya mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang untuk menyelesaikan studi master di Graduate School of Economics, Universitas Kyoto. Beasiswa yang saya dapatkan secara umum meliputi: tiket pesawat pergi (dan pulang setelah lulus), 100% SPP yang langsung dibayarkan ke pihak universitas, dan biaya hidup. Here I’d like to note that the latest, the living cost, is the allowance given for supporting my life, except my life-style because those are two distinctive things.

Continue reading

Advertisements
Categories: Campur-Campur, Jepang | Tags: , , , , | Leave a comment

Menjadi Mahasiswa Universitas Kyoto: From Scratch to Catch! (2\2)

IMG_20171008_090237_419

source: instagram.com/heruekoprast

Tahap 3 – Wawancara Skype

Setelah mendapatkan persetujuan dari calon sensei, pihak fakultas kemudian memberikan jadwal wawancara Skype. Kali ini, saya berhadapan dengan empat penguji sekaligus. Jujur saja, ini merupakan kali pertama bagi saya untuk wawancara via internet. Saya coba mencari info sebanyak-banyaknya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama melakukan wawancara.

Dari beberapa website dan youtube yang saya cari dengan kata kunci “how to make successful skype interview, saya memahami beberapa poin penting. Pertama, adalah kuasai materi yang akan disampaikan dan tidak terlalu bertele-tele dalam memperkenalkan diri. Dengan waktu yang sangat terbatas, kurang lebih 30-45 menit, saya harus bisa menyampaikan maksud proposal riset yang ingin saya kerjakan dan juga alasan logis saya mendaftar program tersebut. Kedua, gunakan pakaian yang sesuai, tidak harus berkemeja dan berdasi lengkap dengan jas. Pakaian yang sesuai dengan identitas akan lebih nyaman digunakan untuk menghadapi situasi yang tak terduga selama wawancara.

Bagian berikutnya adalah memastikan suasana ruangan tempat kita wawancara adalah tempat yang nyaman, tenang, dan bebas gangguan. Jika ingin melakukannya di kamar, pastikan mengambil titik dengan latar belakang yang minimalis (misal tidak terlihat pakaian, poster, dan hiasan dinding yang berlebihan). Hal ini secara tidak langsung dapat menunjukkan tingkat keprofesionalitasan. Dan terakhir, yang tidak kalah penting adalah koneksi internet yang dipakai untuk wawancara. Mengusahakan tempat dengan jaringan internet yang bagus dan stabil merupakan sebuah keharusan.

Beberapa hari sebelum wawancara yang sebenernya, staf fakultas meminta saya untuk melakukan tes skype. Hal ini bertujuan untuk mengobservasi apakah tempat yang akan saya gunakan cukup representatif untuk melakukan tes. Tempat yang saya pilih saat itu adalah kos-an ber-wifi tempat teman saya tinggal. Setelah cek ricek sekitar lima menit diputuskan itu lokasi yang baik. Sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan warnet VIP. Jaringan dan gambarnya sangat bagus, sayang agak berisik karena ada latar musik operator yang terdengar dari kejauhan.

Continue reading

Categories: Campur-Campur | Tags: , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: