Posts Tagged With: tanpa kartu kredit

Ke Singapura Lewat Senai Airport: Pengalaman Mendapatkan Tiket Murah hingga “Ditahan” Imigrasi Singapura

Tugu Pesawat di Senai Airport (dokumen pribadi)

Bulan Februari lalu saya mendapatkan tiket promo AirAsia Surabaya-Johor seharga Rp 650.000 pulang pergi. Meski sudah sering singgah di Johor Bahru, ini merupakan pengalaman pertama masuk Malaysia melalui Bandara Senai. Setelah mencari info yang cukup detail mengenai Bandara Senai dan cara menuju ke kota, Bulan April akhirnya saya berkesempatan mendarat di kota paling selatan di semenanjung Malaysia itu.
Continue reading

Advertisements
Categories: Jalan-Jalan, Malaysia | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Halal di Bangkok, Tidak Banyak tetapi Cukup Mudah Ditemukan

Bangkok is about shopping and dinning!

Siapapun yang pernah ke sini pasti setuju bahwa Bangkok menawarkan sejuta pilihan untuk berbelanja dan makan. Meski tidak mudah bagi wisatawan Muslim menemukan tempat makan yang halal, di beberapa lokasi masih dapat dijumpai makanan yang tidak hanya halal tetapi juga cocok di lidah orang Indonesia.

Berikut ini adalah rangkuman beberapa tempat makan halal di Bangkok yang pernah saya coba.
Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 2 Comments

Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (Bagian 3/3)

Togetsuko Bridge Arashiyama

Togetsuko Bridge Arashiyama

Arashiyama (嵐山) & Togetsukyo Bridge (渡月橋)

Pindah ke kawasan barat Kyoto, Arashiyama menjadi salah satu destinasi terfavorit wisatawan. Salah satu objek wisata paling banyak dikunjungi adalah Tenryuji Temple (天竜寺) yang juga dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya versi UNESCO. Bisa dikatakan bahwa kuil Zen ini adalah kuil terpenting di distrik Arashiyama. Apalagi, kuil Tenryuji adalah satu-satunya kuil yang terhubung langsung dengan sekolah Budha. Distrik Arashiyama juga terkenal dengan jembatan Togetsukyo yang membentang di atas Sungai Katsura (桂川). Pemandangan dari jembatan ini juga tak kalah menakjubkan. Perpaduan aliran sungai yang jernih dan cukup deras dengan latar bukit, dan birunya langit membuat siapa saja pasti terpana dibuatnya. Jangan lewatkan pula untuk naik tricycle alias becak sambil berkeliling Arashiyama. Penampilan para penarik becak ini juga terlihat sangat menarik. Rata-rata penarik becaknya masih muda dan cocok sekali jadi aktor dorama. Diantaranya ternyata ada pula yang berstatus sebagai mahasiswa sambil melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai penarik becak. Tak kalah nikmat jika kita membawa bekal saat datang ke Arashiyama. Waktu itu Saya bawa bekal sederhana nasi lauk mi goreng (khas orang Indonesia sekali ya hehehe) dan telur ceplok. Saya makan bekal di pinggir sungai Katsura sambil diterpa angin musim dingin yang lumayan bikin merinding. Tidak lupa juga saya bawa termos kecil air jahe hangat. Wah…rasanya benar-benar nikmat sekali.

Jam Operasional              : Pukul 08.30-17.00 (Tenryuji Temple)

Tiket Masuk                       : ¥500 (Rp60.000)

Panduan                             : Dari Stasiun Kyoto bisa naik bus No. 72 atau 73 (halte C6) langsung menuju ke halte Arashiyama. Bisa juga naik kereta dari Stasiun Kyoto mengambil Arashiyama JR yang menuju Saga Arashiyama dengan ongkos ¥240. Togetsukyo tepat berada di halte terakhir Arashiyama sedangkan Tenruji temple ambil belok kanan di persimpangan jembatan. Jika naik kereta dan turun di Saga Arashiyama, Tenryuji temple tepat berada di seberang stasiun.

 

Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

Catatan Perjalanan ke Jepang, Menikmati Kyoto yang Kuno (bagian 2/3)

Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera

Kiyomizu-dera (清水寺)

Dari area timur laut, pindah ke bagian timur Kyoto atau Higashiyama area (東山). Tujuan wisata paling terkenal di area ini adalah Kiyomizu-dera. Kiyo artinya jernih sedangkan mizu artinya air. Dinamakan Kiyomizu mungkin karena tepat di bawah kuil terdapat mata air yang sangat jernih dan disucikan sehingga ada aturannya jika ingin mencoba air jernih tersebut. Kiyomizu dibangun dari kayu-kayu yang sangat tua dan kuat. Meski begitu ada perasaan ‘ngeri’ juga saat masuk kuil saking banyak sekali wisatawan yang datang sehingga saya berpikir apakah kuil ini mampu menampung semuanya. Di dalam kuil terdapat patung-patung Budha tempat orang-orang berdoa. Pemandangan dari kuil barangkali tidak seistimewa ketika sudah keluar kuil. Dari bukit pandang tak jauh dari kuil barulah saya bisa menyaksikan kemegahan kuil yang seperti dikerubuti pepohonan dengan sangat rapat. Apalagi saya berkunjung pada saat akhir musim gugur dimana daun-daun berwana merah sangat cantik berpadu dengan warna coklat kehitaman Kiyomizu dari kejauhan. Sungguh pemandangan yang tidak terlupakan. Pada waktu tertentu Kiyomizu akan dibuka sampai pukul 10 malam bertepatan dengan festival Hanatouro (花灯路) . Festival ini sangat layak untuk dinikmati tetapi bersiaplah dengan antrian yang panjang sekali dan keramaian yang luar biasa.

Jam Operasional              : Pukul 06.00-18.00

Tiket Masuk                       : ¥300 (Rp36.000)

Panduan                             : Dari Stasiun Kyoto bisa naik bus No. 206 (halte D2), bus No. 100 (halte D1) kemudian turun di Halte Gojozaka (五条坂). Dari halte kemudian menyeberang menuju jalan ke arah Kiyomizu-dera. Sangat mudah untuk mengenali jalan yang menuju kuil karena banyak orang berkumpul dan petugas yang mengarahkan. Jalanan sedikit menanjak jadi siap-siap air mineral yang cukup agar tidak kehausan.

Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Catatan Perjalanan ke Jepang: Menikmati Kyoto yang Kuno (Bagian 1/3)

Salah Satu Sudut Kiyomizu-dera

Salah Satu Sudut Kiyomizu-dera

Lama tidak menulis di blog karena sibuk tesis, saya akan melanjutkan rangkuman catatan perjalanan selama di Jepang. Barangkali sudah banyak dibahas di buku panduan traveling dan catatan perjalanan bloger lain. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya berkunjung ke lima kota di Jepang yaitu Tokyo, Kyoto, Osaka serta sedikit catatan berkunjung ke Kobe dan Nara. Tulisan lengkap akan saya bagi ke dalam beberapa bagian sesuai dengan kota masing-masing . Bagian pertama akan membahas Kyoto karena di sinilah saya banyak menghabiskan waktu selama dua bulan di Jepang.

Continue reading

Categories: Jalan-Jalan, Jepang | Tags: , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: